Masalah Kelangkaan Pupuk Dilapor ke Anggota DPR RI

KBRN. Lhoksukon ;  Gerakan Pemuda Berusahatani (Gepeubut) Aceh, melaporkan kelangkahan pupuk bersubsidi  kepada anggota DPR RI Komisi IV Muslim, S.Hi, MM. saat silaturahmi dan diskusi perkembangan pertanian Aceh, di salah satu warung kopi di Lhokseumawe, Sabtu, (21/12/2019).

Ketua Gepeubut Aceh Zulfikar Mulieng mengatakan saat ini permasalahan paling utama harus segera diselesaikan adalah kelangkaan pupuk subsidi yang selalu berulang setiap musim tanam. Salah satunya seperti di Kabupaten Aceh Utara.

“Tidak hanya kelangkaan pupuk, kami  juga melaporkan kepada anggota DPR RI Komisi IV yang mempunyai ruang lingkup tugas di bidang pertanian, lingkungan hidup dan lainnya terkait masalah harga pupuk bersubsidi yang dijual diatas Harga Edaran Tertinggi (HET) oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,”terang Zulfikar, Sabtu (21/12/2019).

Disebutkan berdasarkan data Pada 2019, Pemerintah Aceh menyalurkan 7.000 ton pupuk subsidi, sedangkan kebutuhan Aceh Utara setiap tahun mencapai 19 ribu ton dengan luas lahan 45.487 hektare. Itu data Aceh Utara dalam angka, 2018

“Akibat minimnya kuota pupuk subsidi yang diberikan pemerintah ke kabupaten/kota di Aceh setiap tahunnya akan merugikan petani. Pasalnya, produksi menurun yang berefek kepada pendapatan dan kesejahteraan petani.”sebutnya.

Menurutnya, hasil survei anggota Gepeubut di lapangan, harga pupuk bersubsidi bervariasi. Harga urea Rp90.000 - Rp150.000/sak ukuran 50 Kg. NPK Phonska dan SP-36 berkisar Rp110.000 - Rp150.000/sak. Hal ini perlu terus diawasi, ditelusuri dan ditindak oknum-oknum nakal yang bermain dalam penyaluran pupuk bersubsidi,

“Selain masalah pupuk, kami juga menyampaikan beberapa hal menyangkut dengan kegiatan pertanian. Di antaranya regulasi pembibitan dan perbenihan yang masih merugikan petani sehingga menyebabkan masalah di lapangan, alih fungsi lahan pertanian yang produktif menjadi pertokoan menyebabkan semakin sempitnya lahan dan pembelian hasil produksi pertanian selalu dengan harga yang masih murah,”pungkasnya.(FUL/DY).

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00