DPD RI dan DPR Aceh Bersinergi Perjuangkan Aspirasi Masyarakat

KBRN, Lhokseumawe : Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Aceh dan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh Daerah (DPRA) siap bersinergi dalam rangka memperjuangkan aspirasi masyarakat di daerah umumnya dan Kecamatan Sawang khususnya.

Hal itu dikatakan anggota Komite III DPD RI Asal Ace M Fadhil Rahmi dan ketua Praksi Parta Aceh DPRA Tarmizi alias Panyang,  saat mengelar pertemuan dengan sejumlah tokoh masyarakat di SMA-Negeri 2 Sawang, di Gampong Babah Buloh, Kecamatan Sawang Aceh Utara, sekaligus melihat kondisi pendidikan dan infarstruktur di daerah pedalaman, Rabu (18/12/2019).

Dalam pertemuan itu turut hadir, tokoh pendidikan Drs H Ishak Alibasyah MM, Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Utara Yusri, Kepala SMAN-2 Sawang, Muhammad Nizarullah, Kepala Puskesmas Adnan, dan dewan guru sekolah setempat.

Dalam kesempatan itu kepala SMAN-2  Sawang , Muhammad Nizarullah  meminta kepada anggota DPD RI asal Ace dan DPRA untuk bisa memperjuangan penambahan pembangunan gedung belajar dan pembanguan pagar sekolah yang didirikan pada tahun 2016 lalu belum memadai sarana dan prasarana,serta ruang belajar masih kurang yakni enam unit sehingga menfaatkan ruangan laboratorium untuk belajar.

 “Selain itu, kami meminta dukungan dari anggota DPD RI baik secara pribadi maupun lembaga untuk membantu baik dari segi beasiswa ataupun kebutuhan lainnya agar tidak terkendala siswa di sekolah, saat ini jumlah siswa ada sekitar 177 orang, sedangkan tenaga pengajar ada 19 orang terdiri dua PNS dan sisanya honorer," terang Muhammad Nizarullah.

Selain itu Geuchik Babah Buloh Jafaruddin mewakili masyarakat meminta kepada kedua anggota legislatif  ini, untuk memperjuagkan pembangunan  jalan Lintas Kecamatan dari dari desa babah Buloh Kecamatan Sawang  hingga ke desa Jamuan kecamatan Bandar Baro.

“Jalan sepenjang 5 Kilometer tersebut setiap hari dilintasi ratusan pelajar, santri dan masyarakat, sedangkan kondisi jalan itu sudah rusak sekitar 10 tahun lalu, saat hujan tidak bisa dilintasi, sehingga perlu di lakukan pengaspalan,”pinta Geuchik. 

Menanggapi hal itu, anggota DPD RI Aceh,  M Fadhil Rahmi  menyebutkan apa yang menjadi aspirasi masyarakat tentu akan ditampung dan dijadikan suatu rekomendasi sebagai upaya untuk disampaikan kepada pihak eksekutif guna dilaksanakan, tentunya diharapkan kemitraan dengan pemerintah dapat berjalan secara baik dan pelaksaan kegiatannya juga diawasi bersama.

"Jadi, sia-sia ketika kita usulkan atau disampaikan aspirasi kepada pemerintah dan kemudian masuk ke dalam perencanaan hingga pelaksaan tidak diawasi, sehingga hasilnya tidak maksimal, termasuk beasiswa akan diperjuangkan jika ada alokasi,”katanya

Sementara Anggota DPR Aceh juga ketua fraksi Partai Aceh Tarmizi alias Panyang menyebutkan segala usulan maupun aspirasi masyarakat terkait infrastruktur atau bersifat kepentingan umum akan tetap diperjuangkan saat rapat paripurna nantinya.

“Semua aspirasi tersebut akan tertampung, pemerintah (eksekutif) berkomtmen membangun Aceh secara umum, jika menggap dana APBA itu merupakan milik  eksekutif tentu akan menjadi hambatan, Insyaallah semua aspirasi masyarakat akan dianggarkan di anggaran tahun 2020 mendatang.”terangnya. (FUL).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00