Perkara Curi Air PDAM Tirta Mon Pase, Tiga Saksi Penggugat Dihadirkan ke Sidang

KBRN, Lhokseumawe : Pengadilan Negeri (PN) Kota Lhokseumawe, Rabu (25/11/2020), kembali menggelar sidang perdata kasus pelanggan PDAM Tirta Mon Pase, Aceh Utara, yang menjadi tergugat dalam kasus pengambilan air secara tidak sah atau ilegal.

Sidang dengan agenda pemeriksaan saksi dari pihak PDAM (penggugat), dipimpin majelis hakim yang diketuai, Sulaiman, SH.,MH., didampingi dua hakim Anggota, M. Yusuf, SH.,MH., dan Fitriani, SH.,MH., Sedangkan dari JPN Kejari Aceh Utara dihadiri Simon dan Mulyadi, serta turut hadir tergugat Saiful Bahri, warga Komplek Mutiara Alue Awe, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe.

JPN Kejari Aceh Utara, Simon, mengatakan, sidang lanjutan ini dengan agenda mendengarkan keterangan tiga orang saksi dari PDAM Tirta Mon Pase (penggugat) yang menemukan langsung tergugat Samsul Bahri telah melakukan penyambungan atau  pengambilan air secara tidak sah untuk kos-kosannya selama tiga tahun .

“Akibat pencurian air tersebut, pihak PDAM Tirta Mon Pase mengalami kerugian  mencapai Rp 57 juta, dan pekan depan pada 2 Desember 2020 mendatang, sidang akan dilanjutkan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dari tergugat,”terangnya.

Disebutkan, selain Saiful Bahri  digugat PDAM Tirta Mon Pase, melalui JPN Kejari Aceh Utara, juga seorang pelanggan lainnya, M Azwir Usman, warga Desa Uteun Bayi, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe,melakukan pengambilan secara ilegal   selama 25 bulan untuk usaha pembuatan tempenya.

“Pihak PDAM Tirta Mon Pase mengalami kerugian materil Rp 95 juta, dan pekan depan Majelis hakim akan memutuskan perkara ini terhadap tergugat M Azwir Usman,  sedangkan tergugat Saiful Bahri masih ada dua  agenda sidang, yaitu kesimpulan dan putusan,”pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00