BNN RI Musnahkan 4 Hektar Ladang Ganja di Sawang Aceh Utara

KBRN, Aceh Utara: Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Selasa (24/11/2020) melancarkan operasi pemusnahan 20 ribu batang tanaman Ganja yang ditemukan di lahan kebun seluas 4 hektar kawasan Gampong Teupin Reusep, Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Utara.

Selain memusnahkan 20 ribu pohon ganja siap panen, BNN juga turut memusnahkan sekitar 10 ribu bibit ganja dalam polibek. 

Operasi pemusnahan ladang ganja yang dipimpin Direktur Narkotika BNN RI, Brigjen Pol, Drs. Adlin MP Hutabarat, SH, MSi ini, harus menempuh perjalanan sejauh 7 kilometer memasuki daerah pelosok.

Untuk bisa sampai ke ladang ganja, Iring-iringan kendaraan rombongan seperti yang seluruhnya berjumlah 126 orang, hanya bisa menaiki kendaraan sejauh 4 Km setelah berangkat dari pusat ibukota Kecamatan Sawang. Selanjutnya harus berjalan kaki sejauh 3 Km lagi melewati jalanan terjal dan mendaki dibawah guyuran hujan.

Tampak hadir dalam rombongan operasi pemusnahan ladang ganja itu, Kepala BNN Kota Lhokseumawe, AKBP Fakhrurrozi, personel Kodim 0103 Aceh Utara, Polres Lhokseumawe, Brimob Detasemen B, Kejari Aceh Utara, Dinas Pertanian dan tanaman pangan Aceh Utara, Satpol-PP, Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP KNPI Binar Arfa dan lain-lain.

"Luas lahannya 4 hektar, ketinggian ladang tinggi 2 meter diatas permukaan laut, dan berat total ganja 4 ton dengan jumlah tanaman Ganja sebanyak 30 ribu batang", kata Kepala BNNK Lhokseumawe, AKBP Fakhrurrozi, dalam laporannya sebelum pemusnahan dengan cara dibakar.

Sementara Direktur Narkotika BNN RI, Brigjen Pol, Drs. Adlin MP Hutabarat, SH,MSi menyampaikan, setelah melakukan penyelidikan pihaknya menemukan 2 titik lokasi yang ditanami ganja dengan cara tumpang sari dengan tanaman pinang.

"Lalu kita koordinasi dengan Pemkab Aceh Utara dalam hal ini Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan untuk memastikan status kepemilikan lahan yang ditanami ganja tersebut", ujarnya.

Bila ternyata lahan ini produktif dimungkinkan untuk Alternative Development, dimana masyarakat diajak mengganti tanaman Ganja ke tanaman Holtikultura yang produktif demi meningkatkan perekonomian masyarakat yang tidak bertentangan dengan hukum. Demikian BNN RI.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00