Terbukti Lakukan Jarimah, Remaja Aceh Timur di Vonis 1 Tahun Hukuman Pembinaan

KBRN, Aceh Utara :  Terbukti bersalah melakukan tindak pidana/jarimah ‘zina’ sebagaimana disebutkan dalam Pasal 33 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014, tentang Hukum Jinayat. Seorang  remaja berinisial A (17), asal asal Kecamatan Simpang Ulim, kecamatan Aceh Timur, dijatuhkan vonis  berupa pembinaan selama setahun di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Banda Aceh

Putusan itu dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim Mahkamah Syar’iyah Lhoksukon, Aceh Utara, Riki Dermawan didampingi dua hakim anggota, Frandi Alugu SH dan Ismail SH, dalam sidang pamungkas kasus jarimah atau perzinaan  di Mahkamah Syar’iyah Lhoksukon, Rabu (14/10/2020).

Sidang Putusan itu  dihadiri Simon MH, sebagai penuntut umum (JPU)  Kejaksaan Negeri  Aceh Utara, Bukhari sebagai Pembimbing Kemasyarakatan Balai Kemasyarakatan Kelas II Lhokseumawe dan Penasihat Hukum Taufik M Noer, S.H.

Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Utara Pipuk Firman Priyadi melalui Jaksa Penuntut Umum (JPU) Simon MH, menyebutkan berdasarkan petikan kutipan putusan perkara jinayat nomor 1/JN-Anak/2020/MS-Lsk, anak  tersebut akan dibawa ke Banda Aceh untuk dilakukan pembinaan, dan tidak dilakukan Proses hukum dengan uqubat cambuk, dikarenakan anak masih dibawah umur.

“Anak tersebut terbukti bersalah melakukan tindak pidana/jarimah ‘zina’ sebagaimana disebutkan dalam Pasal 33 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014, tentang Hukum Jinayat, sehingga  menjatuhkan pidana terhadap A, dengan hukuman pembinaan oleh negara selama setahun, dikurangi selama berada dalam tahanan dengan perintah ditahan dalam tahanan pembinaan Pemerintah Aceh.”kata Simon, Kamis (15/10/2020).

Selain itu Kata Simon, hakim juga memerintahkan pembimbing kemasyarakatan untuk melakukan pendampingan, pembimbingan, dan pengawasan terhadap anak tersebut, selama menjalani pidana pembinaan di dalam LPKA, serta melaporkan perkembangan kepada jaksa.

 “Saat ini tervonis masih berada di Lembaga Pemasyarakat (Lapas) kelas IIB Lhoksukon, dalam waktu dekat akan di eksekusi ke LPKA Banda Aceh untuk pembinaan selama satu tahun” jelasnya.

Seperti diketahui Kasus tersebut berawal ketika A dan teman perempuannya berumur 15 tahun asal Aceh Utara, berkenalan melalui media sosial Facebook. Setelah berkomunikasi, pada 27 Mei 2020  lalu mendatangi rumah korban untuk bertemu.

Setelah bertemu, pelaku kemudian mengajak pacarnya untuk berhubungan selayaknya suami istri sebanyak tiga kali di kamar korban,  Saat melakukan perbuatan terlarang keempat kali, tertangkap basah oleh orangtua korban, Sehinga melaporkan kasus ini ke polisi agar A dapat diproses secara hukum

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00