Terpidana Qanun Syariat Islam Dihukum Cambuk

KBRN, Aceh Utara : Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Utara,  kembali melakukan eksekusi hukuman cambuk terhadap empat terpidana  jarimah pelecehan seksual dan penzinaan, di halaman kantor Kejaksaan setempat, Selasa (15/9/2020).

Eksekusi tersebut atas putusan Mahkamah Syariyah ,dikawal aparat Polres Aceh Utara dan Personel Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah,  serta turut disaksikan Wakil Bupati Aceh Utara, Fauzi Yusuf dan Kasatpol PP-WH, Fuad Mukhtar,

Keempat terpidana tersebut adalah Riki Aulia (21) warga Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, kemudian Jufriyadi (18) warga warga Kecamatan Meurah Mulia, Juanda (25) warga Kecamatan Baktiya dan Zulfahmi (20) warga Kecamatan Dewantara, Aceh Utara.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Utara, Pipuk Firman Priyadi MH kepada sejumlah wartawan menjelaskan Eksekusi hukuman cambuk terhadap pelanggar Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang hukum jinayah, sudah dilakukan selama tiga kali tahun 2020.

“ Hukuman cambuk terhadap empat terpidana yang terlibat kasus pelecehan dan juga perzinaan  berbeda-beda, tergantung dari perbuatan mereka, “kata  terang Pipuk Firman  Priyadi, Selasa (15/9/2020).

Iamerincikan, untuk  terpidanaRiki Aulia kasus pelecehan seksual terhadap anak, mendapatkan hukuman cambuk sebanyak 105 kali, setelah dikurangi  masa tahanan 5 bulan, yang seharusnya 110 kali, untuk Jufriadi penzinaan, mendapatkan 100 kali cambuk  juga  harus menjalani hukuman badan 10 bulan penjara.

“Sementara terpidana Juanda  pelecehan seksual  dicambuk 75 kali, yang seharusnya dicambuk 90 kali, karena terpidana sudah menjalani hukuman penjara selama 15 bulan,  sedangkan terpidana Zulfahmi penzinaan dan pelecehan seksual  dicambuk 25 kali, setelah dikurangi hukuman selama 5 bulan, yang seharusnya 30 kali.”rincinya.

Sementara Wakil BUpati Aceh Utara, Fauzi Yusuf sangat mendukung eksekusi hukuman cambuk ini, kerana selain memberikan efek jera kepada pelaky, juga menjadi pelajaran kepada yang lain.

“Hukuman cambuk yang dilakukan ini sesuai dengan Pasal 262 (1) tentang ‘Uqubat cambuk dilaksanakan di suatu tempat terbuka dan dapat dilihat oleh orang yang hadir,”pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00