Dituduh Curi Kotak Amal, Kepala SLB Bireun Polisikan 4 Akun Medsos

KBRN, Aceh Utara : Kepala sekolah luar biasa (SLB) Kabupaten Bireuen, Istiarsyah, asal Desa Geulanggang Baro Kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen, resmi melaporkan empat akun media sosial ke Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Aceh Utara, Senin petang (3/8/2020).

Korban (pelapor) hadir ke Mapolres Aceh Utara didampingi pengacaranya Muhammad Ari Saputra SH, Wakil Ketua Alumni Universitas Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia Chapter Aceh, Muhajir Ismail Mpd, dan sejumlah warga lainnya..

Empat akun media sosial laporkan ke polisi yaitu  Aceh World Time (akun instagram), Channel Tek Matok (channel youtube), Hendra Gunawan (akun facebook) dan Syerry qury (channel youtube), surat tanda terima laporan polisi bernomor: TBL/107/VII/2020/SPKT, diteken Kepala SPKT Ipda M Kamal.

Pelapor (korban) Istiarsyah usai membuat laporan tersebut kepada sejumlah wartawan menjelaskan dirinya melaporkan Empat akun medsos itu, Diduga telah mencemarkan nama baik dirinya bersama keluarganya, karena  telah menyebarkan video yang berisi tuduhan mencuri kotak amal di Masjid Baitul Mustaqim, Alue Bilie Rayeuk, Baktiya Aceh Utara, 29 Juli 2020 lalu.

 “Judul dalam video instagram tersebut “diduga seorang ayah mengajari anaknya untuk mencuri kotak amal masjid, kejadiannya hari Rabu Siang (29/07/20), di akun channel youtube ditulis judul 'pencurian di Masjid Alue Bili Rayeuk, Baktiya, Aceh Utara, satu keluarga,  atas postingan tersebut sangat tergores hati saya bersama keluaraga, “terang Istiarsyah.

Dia menjelaskan, pada saat itu dirinya bersama istri dan anaknya dari Bireuen menuju ke Sungai Raya, Aceh Timur, sesampai di Masjid tersebut singgah untuk melaksanakan Shalat Zuhur. Saat itu anaknya melihat ada kotak amal yang terbuka, kemudian meminta anaknya untuk memasukkan kedalam kotak amal yang tidak terbuka.

“Karena niat hendak menyelamatkan uang dalam kotak amal itu, saya bersama istri dan anak saya memasukkan uang itu ke dalam kotak amal yang bagus, kemudian kotak amal yang tebuka itu saya letakkan di belakang mimbar dengan tujuan supaya jamaah tidak memasukkan lagi sedekah ke dalam kotak amal itu,”jelasnya.

Disebutkan, pada saat dirinya mamasukkan uang kekotak amal itu, ada jamaah yang liat, Namun tidak mengenalnya, dan ia mengaku mengatahui ada CCTV dalam masjid tersebut, tidak mungkin mengambil uang itu dalam kotak amal, apalagi ia sebagai kepala sekolah dan profesi saya sebagai guru.

 “Setelah tiba di kawasan Desa Seuneubok Aceh, Kecamatan Sungai Raya Aceh Timur,  saya dihubungi teman seraya mengabari ada video di media sosial tentang dirinya yang sudah viral. Setelah mendapatkan link dari media sosial tersebut, tersentak, kemudian istri dan ibunya menangis setelah melihat video itu,”terangnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00