Anak Peragakan 26 Adegan Rekontruksi Pembuhan Nek Fatimah

KBRN, Lhoksukon : Tim Penyedik Satreskrim Polres Aceh Utara, Kamis (9/7/2020), menggelar rekonstruksi (reka ulang) kasus pembunuhan Nek Fatimah (63), janda lanjut usia asal Desa Meunasah Panton Kecamatan Tanah Jambo Aye Aceh Utara.

Nek Fatimah dibunuh oleh anak kandungnya sendiri Nasrul (45), pada Senin 8 juni 2020 lalu. dalam rekontruksi itu pelaku memperagakan sebanyak 26 adegan, mulai dari  membeli pisau, kemudian menyimpannya di bawah rumpun pisang sampai dengan adegan terakhir berpura-pura nangis saat memberitahukan kejadian tersebut kepada warga.

Rekontruksi  tersebut dikawal ketat puluhan personel Polres Aceh Utara, turut disaksikan ratusan warga, tampak hadir dilokasi  dua Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Aceh Utara,  Harri Citra Kesuma, dan Yudhi Permana, selain itu Kasat Reskrim AKP Rustam Nawawi, Kasat Intelkam Dheny Firmandika serta Kabag Ops AKP Syukrif I Panigoro.

Kapolres Aceh Utara AKBP Tri Hadyanto melalui  Kasat Reskrim AKP Rustam Nawawi  didampingi KBO Sat Reskrim Aiptu Dapot Situmorang,menyebutkan rekontruksi ulang tersebut merupakan langkah-langkah hukum untuk membuktikan fakta  baru yang terjadi dilapangan .

“Ada 26 adegan yang diperagakan pelaku, terungkap dan terbukti telah merencanakan melakukan pembunuhan terhadap ibunya, diantaranya  sepekan sebelum membunuh tersangka sudah membeli pisau, kemudian menyimpannya dipohon pisan rumah korban, “kata AKP Rustam.

Selain itu, ada sejumlah adegan yang dperagakan pelaku, diantaranya  pada saat itu tersangka  meminta uang kepada korban sambil mengarahkan, karena tidak diberikan langsung menikamkan pisau keleher sebelah kanan setelah itu  mendorong tubuh korban hingga tersungkur ketanah dengan posisi terlungkup.

“Pada saat reka ulang pelaku setelah menggorok leher ibunya dan merampas kalung emas di leher ibunya, kemudian adegan terakhir yang diperagakan pelaku adalah berpura-pura menanggis dan kemudian memberitahukan kejadian tersebut kepada warga bahwa ibunya tak bernyawa .”terangnya.

Sementara Kasi Pidum Kajari Aceh Utara, Yudhi Permana menyebutkan dari 26 adegan tersebut terdapat fakta baru yang ditemukan saat rekontruksi berlangsung, pelaku diduga telah merencanakan untuk membutuh ibu kandungnya.

“ Pelaku telah melakukan persiapan pembunuhan terhadap ibu kandungnya. karena seminggu sebelum ibunya dibunuh, pelaku telah mempersiapkan pisau yang sengaja dibeli di Pasar Tradisional Keude Panton Labu, dan disimpan di pohon pisang yang berada di belakang rumah ibunya. “pungkasnya.

DIberitakan sebelumnya, Nenek, Fatimah (63), asal Gampong Meunasah Panton Labu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, ditemukan tewas bersimbah darah dengan luka pada bagian leher di rumahnya, oleh oleh anaknya Nasrul (43) tukang asal Desa Alue Bili Rayeuk Kecamatan Baktiya Aceh Utara, Senin (8/6/2020).  

Tak lama  apara kepolisian mengungkap pelakunya tidak lainnya anak kandungnya sendiri, yaitu Nasrul, yang mengaku menemukan pertama kali ibunya dalam kondisi leher tergorok benda tajam

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00