Pemko Ambil Alih Pemindahan Rohingya, Ini Pilihan Lokasi Barunya

KBRN, Lhokseumawe - Gabungan Relawan dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Internasional, Nasional, dan Lokal sudah melakukan rapat bersama membahas kelanjutan penanganan pengungsi Etnis Rohingya asal Myanmar, yang ditampung sementara di bekas gedung kantor Imigrasi, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe.

Penanganan terhadap kebutuhan Anak-Anak Pengungsi dan para Balita akan menjadi fokus penanganan oleh para relawan kemanusiaan dan pihak LSM.

"Untuk Anak-Anak dan Balita dan wanita pengungsi, kami sudah rapat bersama sejak Sabtu, 27 Juni kemarin. Mungkin nanti juga akan dilakukan pemulihan rasa traumatis terhadap Anak-Anak. Sedangkan untuk Balita, juga sudah dipenuhi dengan bantuan pakaian, popok bayi, hingga susu", ungkap Ketua Lembaga Peduli Dhuafa Indonesia (LPDI) Aceh, Musfendi, kepada RRI, Minggu (28/06/2020) menguraikan hasil rapat bersama yang juga dihadiri olehnya. 

Ketua LPDI Aceh, Musfendi, berbincang Anak-Anak Pengungsi Rohingya

Saat ini dilokasi penampungan sementara sudah ada perwakilan PBB untuk urusan Kemanusiaan dan pengungsian seperti UNHCR, serta Badan PBB untuk urusan pangan dunia UNICEF juga sudah ada di lokasi. Serta ada juga Aksi Cepat Tanggap (ACT) Indonesia, LPDI Indonesia dan lain-lain

Tapi ujar Musfendi, bantuan yang sudah mengalir saat ini bersifat seadanya dan masa panik. Karena pihak LSM masih menunggu kejelasan penempatan pengungsi selanjutnya pasca pengalihan dari Kabupaten Aceh Utara ke Kota Lhokseumawe.

Suasana Penampungan Pengungsi Rohingya di Gedung Bekas Kantor Imigrasi Lhokseumawe

"Kita menunggu wacana relokasi pemindahan yang diusulkan Pemerintah Kota Lhokseumawe dari bekas gedung kantor Imigrasi ke lokasi lainnya. Setelah adanya tempat penampungan yang jelas baru kita pikirkan lagi langkah-langkah apa yang akan kita lakukan selanjutnya", pungkas Ketua LPDI Aceh.

Sementara Kepala Bagian (Kabag) Humas Pemko Lhokseumawe, Marzuki, yang dihubungi RRI, membenarkan wacana relokasi pemindahan pengungsi Rohingya dari gedung bekas kantor Imigrasi.

Menurut Marzuki, ada dua lokasi yang sudah dipilih yakni gedung Badan Lingkungan Hidup dan Kebersihan (BLHK) di Kandang Kecamatan Muara Dua atau ke lokasi Pasar Induk di Gampong Ujong Blang Kecamatan Banda Sakti.

Dua lokasi tersebut dinilai lebih layak ketimbang di lokasi saat ini bekas kantor Imigrasi Kecamatan Blang Mangat. Kebutuhan air juga bisa dipenuhi dengan memadai, termasuk fasilitas Mandi, Cuci dan Kakus (MCK).

"Besok, Senin 29 Juni, sudah ada kepastian pindah BLHK atau Pasar Induk", tandas Marzuki melalui pesan Whatsapp Messenger kepada RRI.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00