Lanal Lhokseumawe Tingkatkan Patroli 'Jalur Tikus' Kepulangan TKI Ilegal Dari Malaysia

KBRN, Lhokseumawe: Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Lhokseumawe, saat ini terus meningkatkan patroli di "jalur tikus" (ilegal) perairan selat malaka.

Komandan Pangkalan TNI AL (Lanal) Lhokseumawe, Kolonel Laut (P) Muhammad Sjamsul Rizal, mengatakan, patroli dilakukan untuk mengantisipasi adanya TKI Ilegal yang pulang dari Malaysia.

"Kita kerahkan juga Kapal Angkutan Laut (KAL) Bireuen I-1-70 menyisir wilayah perairan Lhokseumawe dan Langsa mencari kapal nelayan yang mengangkut TKI Ilegal lewat jalur tikus atau jalur ilegal", kata Sjamsul Rizal, kepada RRI, Senin (13/04/2020) malam.

Danlanal juga menambahkan, pihaknya juga melakukan pemeriksaan suhu tubuh serta memberikan Hand Sanitizer sekaligus mensosialisasikan pencegahan COVID-19 kepada para nelayan di sekitar perairan selat malaka, provinsi Aceh.

TKI Ilegal yang masuk ke wilayah Aceh sejak mewabahnya COVID-19 semakin marak. Sehingga Lanal Lhokseumawe yang mempunyai tugas pokok dilaut, ikut membantu Pemerintah Daerah khususnya wilayah perairan.

"Laut itu luas, banyak celah lewat jalur-jalur tikus, maka perlunya bantuan informasi masyarakat nelayan", pinta Danlanal.

Menurutnya jalur ilegal yang sering digunakan oleh penyelundup banyak dimanfaatkan menjadi jalur kepulangan TKI yang tidak dilengkapi dokumen resmi.

Personel Lanal Lhokseumawe juga meningkatkan penjagaan di jalur ilegal perairan Aceh wilayah timur dengan patroli rutin menggunakan kapal Sea Reader, serta penempatan pos penjagaan yang dilengkapi Radar Integrated Maritime Surveillance System (IMSS).

Radar IMSS bisa melacak kapal ilegal yang mengangkut TKI Ilegal dari Malaysia dengan radius 30 mil laut, pungkasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00