Napi Wanita di Lapas kelas IIB Aceh Utara Produksi Masker

KBRN, Lhoksukon : Ditengah wabah virus Corona (COVID-19), Sejumlah narapidana perempuan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, memanfaatkan momen ini dibalik jerusi penjara, dengan memproduksi masker untuk memenuhi kebutuhan stok masker di lapas dan pasaran sejak merebaknya virus corona atau COVID-19 di Aceh.

Kepala Lapas Kelas IIB Lhoksukon Yusnaidi kepada RRI menyebutkan awalnya menjahit masker kain oleh napi perempuan, karena stok masker jenis apapun sudah langka di pasaran sejak merebaknya Virus Corona di Aceh, akhirnya berinisiatif untuk memperdayakan 15 orang warga binaan perempuan untuk menjahit Masker dengan menyiapkan bahan yang dibutuhkan.

“Produksi masker kain oleh warga binaan perempuan sudah berlangsung selama 20 hari, Meskipun Sebelumnya hanya bermodal satu mesin jahit, para narapidana  wanita ini mampu memproduksi 30 masker dalam sehari,”kata Yusnaidi, Rabu (8/4/2020).

Dikatakan, sebelumnya masker tersebut hanya diperuntukkan kepada petugas dan warga binaan, Namun saat ini sudah dipasarkan ke masyarakat umum di Lhoksukon dengan harga jual seharga Rp 10.000. padahal permintaan sangat banyak diluar, Lhokseumawe dan Banda Aceh tidak bisa dipenuhi karena keterbatasan mesin jahit .

“Kami sangat berterimakasih atas bantuan dua unit mesin jahit  yang diberikan Kajari Aceh Utara, Pipuk Firman Priyadi dan Kasi Pidum udhi Permana, dengan ada tambahan mesin jahit ini setidaknya dapat memenuhi ketersedian masker yang saat ini sedang langka dan bisa memenuhi permintaan dari luar,”terangnya.

Sementara salah seorang Napi perempuan Mariani alias makni (45), mengaku sebelumnya sudah memiliki pergamalam menjahit sejak 20 tahun lalu dan juga ada beberapa warga binaan juga memilki pengalaman.

“Tidak ada pengalaman saya menjahit masker, hanya mencontoh masker yang ada dan juga melihat tutorial di Youtobe yang di unggah pengawai Lapas, kami berhasil memproduksi 30 masker dalam sehari,”terangnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00