Ini Tuntuntan JPU Terhadap Empat Terdakwa Perkara Sabu 25 Kg di Lhokseumawe

KBRN, Lhokseumawe : Pengadilan Negeri (PN) Lhokseumawe kembali mengelar sidang lanjutan kepada empat terdakwa kasus narkobah jenis sabu seberat 25 kilogram, Rabu (12/02/2020), dengan agenda pembacaan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Lhokseumawe yang berlangsung di Ruang Garuda, Pengadilan Negeri setempat turut mendapat pengawalan ketat dari tim URC Satuan Sabhara Polres Lhokseumawe.

sidang pembacaan tuntutan kepada empat terdakwa perkara narkobah ini dipimpin Hakim Ketua Sulaiman dan Hakim Anggota Muktar dan Muktari, dilaksanakan dua tahap, dimana sidang tahap pertama terdakwa Asnawi Idris, dan sidang tahap kedua, terdakwa Saiful Anwar, Nurdin Kadir dan Nurdin Yusuf.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fakhrillah didampingi Elfandra Busria mengatakan, keempat terdakwa tersebut sudah terbukti bersalah, melakukan tindak pidana narkotika. Dimana, Asnawi secara tanpa hak dan melawan hukum telah menganjurkan pada tiga terdakwa lainnya untuk menerima dan membawa pulang narkoba jenis sabu sebanyak 25 kilogram dari Malaysia ke Indonesia.

“Asnawi juga memberikan uang Rp4 juta untuk biaya keberangkatan mereka dan menjanjikan upah sebesar 15 juta per kilogram sabu. Atas dasar itu kami menuntut Asnawi selama 18 tahun penjara, denda 5 miliar dan subsider penjara satu tahun,” kata Fakhrillah saat membacakan amaran runag sidang.

Semntara itu, disidang tahap kedua JPU menuntut Saiful Anwar selaku nakodah kapal dengan pidana penjara selama 17 tahun dan kepada Nurdin Kadir dan Nurdin Yusuf sebagai ABK pidana penjara 15 tahun. Kepada mereka masing-masing juga di denda Rp 5 miliar dan subside 6 bulan penjara.

Dalam persidangan tersebut, Kuasa Hukum terdakwa Dody Setiawan mengajuhkan permohonan pledoi secara tertulis, dan mendapat persetujuan dari Majelis Hakim, sehingga sidang perkara narkoba jenis sabu seberat 25 kilogram kembali dilanjutkan pada sepekan mendatang dengan angenda mendengarkan pledoi dari Kuasa Hukum terdakwa. (MS)

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00