Sejak Viral, Keluarga SE-EE Disangsi Sosial Warga Aceh

KBRN, Lhokseumawe: Ismail (50) Warga Kampung Simpang Ulama, Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, yang beberapa waktu lalu menyatakan mengundurkan diri sebagai Pengurus Sunda Empire - Eart Empire (SE-EE) Nusantara Area I, mengaku, mendapatkan hukuman (sangsi) sosial dari masyarakat.

Bahkan dalam surat pernyataan pengunduran dirinya tempo hari, Ismail juga sempat melampirkan soal Hukuman Sosial dari masyarakat tersebut.

Sejak Viralnya Video tentang adanya pengurus Sunda Empire di Aceh, membuat dirinya menjadi tidak nyaman dan membuat keluarganya syok karena mendapat hukuman sosial dari masyarakat, seperti hinaan, cacian, cemoohan, bahkan bulian.

"Maaf bang, tentu kan abang sudah dapat memahami sebagaimana yang tersebut dalam surat pengunduran dan pembubaran seperti yang sudah saya rilis", ucap Ismail ketika ditanya RRI, Senin (10/02/2020).

Sekali lagi dirinya selaku Koordinator beserta jajaran pengurus SE-EE Wilayah Nusantara Area I, memohon maaf yang sebesar-besarnya dan sangat menyesali semua perbuatan kepada semua pihak yang merasakan ketidak nyamanan dengan peristiwa ini, terutama Pemerintah Provinsi juga Kabupaten/Kota, masyarakat Aceh pada umumnya, dan masyarakat Bener Meriah pada khususnya.

"Karena ini adalah kelemahan kami selaku manusia yang tak luput dari dosa dan noda", tambah Ismail.

Baca Juga: Pengurus Sunda Empire di Aceh Mengundurkan Diri

Surat pernyataan Pengunduran diri dan pembubaran SE-EE beberapa waktu yang lalu juga dibuat dirinya dengan sebenar-benarnya dalam keadaan sadar dan tanpa ada unsur paksaan dari pihak manapun, pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00