Pengurus Sunda Empire di Aceh Mengundurkan Diri

KBRN, Lhoksukon: Ismail (50) yang mengaku sebagai Governur Nusantara Area I (Satu) Sunda Empire - Eart Empire (SE-EE) dan berdomisili di Kampung Simpang Ulama, Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, Selasa (03/02/2020) telah menanda tangani surat pernyataan pendunduran diri dan pembubaran SE-EE tersebut.

Surat pengunduran diri itu ditanda tanganinya di atas materai 6.000 dengan melampirkan beberapa alasannya. Disebutkan juga dengan munculnya dan beredarnya Video Viral kegiatan SE-EE Wilayah Nusantara Area I di Media Cetak, Elektronik, dan Online pada pertengahan bulan Januari 2020 yang lalu, sehingga membuat situasi keadaan di dalam masyarakat menjadi tidak nyaman.

"Mohon dipublish sesuai yang saya kirim, terima kasih kerjasamanya", pintanya kepada RRI.

Sebenarnya, pada awalnya mulai dari tahun 2014 akhir, lembaga kemanusiaan bernama Development Committee (Panitia Pembangunan) tidak berjalan sebagaimana Visi dan Misi Kemanusiaan dan pada awal tahun 2017 beralih ke SE-EE sebagai Owner dengan fokus program kemanusiaan dengan 10 kegiatan bidang Sosial (Social Walfare), Kesehatan (Health For All), Keuangan (Finance), Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Research and Technology), Pendidikan (Education For All), Hukum (Justice For All), Kemanusiaan (Human Resources), Lingkungan (Natural Resources), Infrastruktur (Infrastructure), dan Kebencanaan (Rescue).

"Disebabkan hal tersebut kami tertarik untuk bergabung. Karena kami berfikir tugas membangun daerah bukanlah hanya tugas Pemerintah Daerah semata. Tapi, bersama-sama dengan masyarakatnya juga agar terwujudnya Kesejahteraan Masyarakat Lahir dan Bathin, yang merupakan tanggung jawab moral kita semua", ungkap Ismail melanjutkan.

Walaupun Ketiga Petinggi Sunda Empire sudah ditetapkan sebagai tersangka dengan tuduhan membuat keonaran dan berita bohong ditengah masyarakat dan masih terus dalam tahap penyidikan proses hukum sedang berjalan dan belum ada putusan pengadilan tetap/Inkrah, bebas atau ditahan, benar atau bersalah.

Dengan kesadaran masing-masing dan terciptanya situasi kondusif ditengah masyarakat dengan mengundurkan diri dan membubarkan SE-EE Nusantara Area I beserta Development Committee dibawah koordinasi pihaknya.

Keputusan membubarkan diri ini atas kesepakatan kami bersama pengikut atau anggota kami pak, pungkas Ismail.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00