Pergerakan Sunda Empire Aceh Utara Dipantau Permenit

KBRN, Lhoksukon: Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpol Linmas) membentuk tim bersama dengan Unsur Kepolisian dalam Polres Lhokseumawe, hingga TNI dan Badan Intelijen Negara (BIN), untuk terus mengawasi pergerakan Sunda Empire - Eart Empire (SE-EE) di wilayah Kabupaten Aceh Utara.

Seperti diberitakan RRI sebelumnya, Sunda Empire adalah organisasi Illegal yang tidak terdaftar di Kesbangpol Linmas Aceh Utara. Tapi, sejauh ini pihak kepolisian dari Mapolres Lhokseumawe, belum melakukan penangkapan terhadap para pengurusnya karena belum ada pelanggaran unsur tindak pidana.

Baca Juga: Sunda Empire Illegal dan Ingin Mendirikan Kerajaan Sendiri

"Hasil pembicaraan dan koordinasi dengan unsur kepolisian dalam hal ini Kabag Ops Polres Lhokseumawe bahwa terus dipantau pergerakan dan perkembangannya dari menit ke menit", ujar Kepala Badan (Kaban) Kesbangpol Linmas Aceh Utara, Zulfadli, melalui Kepala Bidang (Kabid) Kesbang dan Demokrasi, Syarifuddin.

Dikatakan, Koordinasi tidak hanya dengan Polisi, namun juga dengan pihak BIN serta TNI agar keamanan dan ketertiban tetap terjaga serta tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.

Baca Juga: Berbagai Gambar Sunda Empire Jadi Bahan 'Bullying' Netizen Lhokseumawe

Sunda Empire juga diketahui memiliki kepengurusan di Aceh Utara yang sudah diketahui nama dan alamatnya. "Insialnya MH warga Krueng Mane, Kecamatan Muara Batu. MH adalah pemimpin untuk wilayah Aceh Utara", pungkas Syarifuddin.

(Ket.Foto: Kepala Badan Kesbangpol Linmas Aceh Utara, Zulfadili)

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00