Kasus Narkotika di Aceh Utara, 6 Tersangka Dilimpahkan Ke Jaksa

KBRN, Aceh Utara: Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Utara, menerima tahap II tindak pidana narkotika jenis sabu seberat 157. 870 gram dan 163.874 butir ektasi, Selasa, 24 Mei.

Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Utara Diah Ayu H.L Iswara Akbari, melalui Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Aceh Utara, Arif Kadarman mengatakan, penyerahan 6 tersangka bersama barang bukti dari Penyidik Direktorat Narkoba Kepolisian Daerah Aceh, katanya.

"Selasa Tanggal 24 Mei 2022 dimulai sekitar pukul 15.00 Wib bertempat di Ruang Tahap II Kejaksaan Negeri Aceh Utara telah dilaksanakan kegiatan Penyerahan Tersangka dan Barang Bukti (Tahap II) Tindak Pidana Narkotika oleh Penyidik Direktorat Narkoba Kepolisian Daerah Aceh.

Penyidik Direktorat Narkoba Kepolisian Daerah Aceh menyerahkan sebanyak 6 (enam) orang Tersangka diantaranya MJ (34 Th), RK (33 Th), MM (43 Th), DZ (30 Th) warga Kecamatan Peurlak Kabupaten Aceh Timur, IM alias AT (36 Th) warga Kecamatan Jangka Kabupaten Bireun, UH (43 Th) warga Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara," jelasnya kepada sejumlah wartawan, Rabu (25/05/2022).

Lanjut Arif Kadarman, total secara keseluruhan terhadap barang bukti yang berhasil disita dari ke-enam orang tersangka tersebut sebanyak 157.870 (seratus lima puluh tujuh ribu delapan ratus tujuh puluh) gram dan 163.874 (seratus enam puluh tiga ribu delapan ratus tujuh puluh empat) butir pil ekstasi.

"Yang keseluruhan barang bukti tersebut telah dilakukan pemusnahan oleh penyidik Direktorat Narkoba Kepolisian Daerah Aceh sesuai dengan berita acara perampasan/pemusnahan benda sitaan/barang bukti pada hari Selasa tanggal 29 Maret 2022, pada pukul 09.30 WIB," jelas Arif Kadarman. 

Para tersangka dijerat dengan Pasal 112 Ayat (2) Jo. Pasal 114 Ayat (2) Jo. Pasal 115 Ayat (2) dari UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika Jo. Pasal 62 Jo. Pasal 71 UU RI No 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika Jo. Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHPidana, dengan ancaman hukuman mati.

Kata Arif, kronologi tindak pidana yang dilakukan oleh para tersangka sebelumnya, pada hari minggu tanggal 15 Januari 2022 sekitar pukul 21.00 Wib meminta tersangka DZ (30)  menyuruh tersangka MJ (34 Th) untuk mengambil sabu dan ekstasi di perairan Malaysia dengan upah sebesar Rp200.000.000,- (dua ratus juta rupiah), selanjutnya tersangka bersama tersangka UH (43) dan tersangka MM (43) pada hari Selasa tanggal 17 Januari 2022 sekitar pukul 02.00 Wib.

Tiba di perairan Malaysia, tidak lama datang speed boat mendekat melemparkan 7 (tujuh) buah karung dan 5 (lima) buah tas yang di dalamnya berisikan narkotika jenis sabu dan ekstasi, lalu para tersangka kembali menuju perairan Kabupaten Aceh Utara. 

"Selanjutnya pada hari Kamis tanggal 18 Januari 2020 sekitar pukul 00.30 Wib saat berada ditengah laut Perairan Tanah Jambo Aye dengan titik koordinat 05'19’24”U / 097'44’42”T kapal yang dikemudiakan oleh para tersangka didatangi oleh 1 (satu) unit Kapal Patroli Bea Cukai bersama dengan anggota kepolisian Ditresnarkoba Polda Aceh dan melakukan pemeriksaan dan ditemukan barang bukti narkotika jenis sabu dan ekstasi di dalam 7 (tujuh) buah karung dan 5 (lima) buah tas," tutup Arif Kadarman.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar