Delapan Imigran Rohingya Kabur, Dua Pria Diduga TPPO Diamankan Polisi

KBRN, Lhokseumawe: Delapan imigran asal Myanmar etnis Rohingya yang ditampung di Balai Latihan Kerja (BLK) Gampong Meunasah Mee, Kandang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, kabur. Dua pria yang diduga terlibat dalam tindak pidana perdagangan orang (TPPO) tersebut diamankan di Mapolres Lhokseumawe.

Indentitas etnis Rohingya yang hilang dari BLK tersebut yaitu, Asma Binti Solimullah, Kismot Ara Binti Sollimullah, Khaleda Bibi Binti Muhammad Yunus, Nur Shafa Binti Khaitatullah, Mushona Begum Binti Abul Khasim, Noor Kayas Binti Fetan, Haresa Binti Saleh Ahmad, serta Samira Binti Muslim.

Sementara, dua pelaku diduga TPPO itu, yakni berinisial AF dan RH dan sudah diamankan di Mapolres Lhokseumawe.

Informasi yang diterima RRI Lhokseumawe, delapan imigran Rohingya itu, kabur kemarin siang. Sementara, dua pria diduga TPPO diamankan semalam di depan BLK tersebut, saat hendak menjemput lagi.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto, membenarkan pihaknya mengamankan dua pria asal Medan, Sumatera Utara yang terlibat diduga terlibat dalam jaringan TPPO itu.

“Soal keterlibatan TPPO, masih kita lakukan penyelidikan,” kata Kapolres, Rabu (19/1/2021).

Assistant Protection Officer, United Nations High Commissioner for Refugees  (UNHCR),  Hendrik Ch. Therik, saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya tidak mau berkomentar banyak soal penangkapan dua pria tersebut.

“Kita tidak mau ikut campur dalam hal penegakan hukum, karena kita focus pada memfasilitasi kebutuhan hidup dari pengungsi Rohingya,” ungkap Hendrik.

Hendrik menyebutkan, pihaknya akan melakukan diskusi internal dengan IOM dan Pemerintah Kota Lhokseumawe. Saat ini terus mencoba mengindetifikasi keberadaan delapan Rohingya yang kabur tersebut.

“Nanti akan kita sampaikan lagi terkait informasi lanjutan, setelah berkoordinasi dengan petugas keamanan,” cetusnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar