Ini Capaian Kinerja Penanganan Kasus Hukum 2021 di Kejari Lhokseumawe

KBRN, Lhokseumawe: Kejaksaan Negeri Lhokseumawe dalam pelaksanaan tugas, fungsi dan wewenangnya dalam penegakan hukum di Kota Lhokseumawe pada tahun 2021 telah melaksanakan kinerja capaian kinerja antara lain :

•Jaksa Penuntut umum telah menangani dan menyelesaikan Eksekusi perkara pidana sebanyak 230 Perkara, 82 diantaranya merupakan Perkara Narkotika. Adapun Berkas Tilang telah diselesaikan sebanyak 3.383 Perkara, serta telah berhasil melaksanakan Restorative Justice sebanyak 1 Perkara Penganiayaan.

•Jaksa Pengacara Negara mewakili PT. PJB UBJOM PLTMG Arun berhasil melakukan penyelamatan keuangan Negara sebesar Rp. 7.200.000.000,- dalam hal memenangkan gugatan perdata pada Pengadilan Negeri Lhokseumawe dan Pengadilan Tinggi Aceh tentang Proses pengadaan barang dan jasa pemborongan pengamanan di PT. PJB UBJOM PLTMG Arun melawan PT. Palma Nafindo Pratama. Jaksa Pengacara Negara juga melakukan Pemulihan Keuangan Negara sebesar Rp. 463.817.463,- pada BPJS Ketenagakerjaan Kota Lhokseumawe terkait Pembayaran iuran keanggotaan dan BPKD Kota Lhokseumawe terkait pembayaran tunggakan PBB.

•Jaksa telah menyelesaikan pelelangan Barang Rampasan/ Sitaan dan Pemusnahan Barang Bukti sebanyak 2 kegiatan, pengembalian dan pengantaran Barang Bukti kepada masyarakat sebanyak 8 Barang bukti serta penyerahan Senjata Api kepada Polri sebanyak 2 Pucuk Senjata dan 75 butir peluru.Jaksa juga melaksanakan Hibah berupa Tanah dari Perkara Pencucian Uang (PPU) An. Tdw. FAUZI ALIAS M. NUR ALIAS GULLIT seluas ±10,024 Hektar kepada Pemeritah Kabupaten Bener Meriah yang diserahkan langsung oleh Tim PPA Kejaksaan Agung RI yang dilaksanakan pada tanggal 14 Desember 2021 di Kejaksaan Tinggi Aceh disaksikan oleh Kajati Aceh dan Kajari Lhokseumawe.

•Jaksa Penyidik berhasil mengungkap perkara tindak pidana korupsi terkait penyimpangan dalam Pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong (APBG) Paya Bilie Kec. Muara Dua Kota Lhokseumawe TA. 2020 sesuai hasil pemeriksaan khusus APIP/ Inspektorat Kota Lhokseumawe terdapat kerugian keuangan Negara sekitar Rp. 305.000.000,- dengan terdakwa Muhammad Suheri Bin Ismail Usman (Kepala Desa) yang sedang dalam proses persidangan di Pengadilan Tipikor Banda Aceh, dan seorang Tersangka Halimassakdiah (Kaur Keuangan) yang baru berhasil ditangkap pada tanggal 29 Desember 2021 di Desa Bale Redelong, Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah oleh Tim Tabur Kejari Lhokseumawe dengan bantuan Tim Tabur Kejari Bener Meriah setelah kabur paska penetapan tersangka pada tanggal 29 September 2021.

•Tim Tabur dari Kejaksaan Negeri Lhokseumawe didukung oleh Tim Tabur Kejati Aceh dan diback up komunitas intelijen di lapangan pada tanggal 29 Juli 2021 sekitar pukul 14.00 Wib berhasil melakukan penangkapan terhadap seorang buronan atas nama terpidana Mustaqim Bin Abdullah Nur di sebuah rumah persembunyian Lorong Pulo Bugeng Desa Mesjid Puenteut Kec. Blang Mangat Kota Lhokseumawe terkait perkara penyimpangan Dana APBG T.A 2017 Desa Tunong Kec. Blang Mangat Kota Lhokseumawe yang telah diputus  oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Banda Aceh pada Nomor 76/Pid.Sus TPK/ PN Bna, tanggal 17 Februari 2020.

•Bidang Intelijen telah melaksanakan pembinaan masyarakat taat hukum dengan program jaksa masuk sekolah, pemilihan duta pelajar sadar hukum Tahun 2021, jaksa menyapa melalui LPP RRI Kota Lhokseumawe, penyuluhan dan penerangan hukum serta ikut berpartisipasi menyukseskan dan mengamankan kebijakan pemerintah terkait PEN dan Vaksinasi Nasional dengan Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe di Kota Lhokseumawe.

•Adapun pengumpulan data dan bahan keterangan terkait penyelidikan terkait dugaan penyimpangan lanjutan pembangunan tanggul/ pengaman pantai Cunda Meuraksa pada Dinas PUPR Kota Lhokseumawe TA. 2020 senilai Rp. 4.336.771.767,- ditutup dan tidak ditindak lanjuti ketahap penyidikan bidang pidana khusus dengan pertimbangan karena fisik bangunan telah dikerjakan 100% dan sudah tercatat sebagai asset daerah, sedangkan uang pembayaran telah dikembalikan 100% ke Kas Daerah sehingga belum terpenuhi unsur tindak pidana korupsi serta telah dilaporkan ke pimpinan di Kejaksaan Tinggi Aceh, namun apabila pimpinan Kejaksaan Tinggi Aceh berpendapat lain, maka penanganannya dilaksanakan sesuai petunjuk pimpinan.

•Kejari Lhokseumawe juga ikut serta melaksanakan program kemanusiaan melalui Aksi Donor Darah Rutin setiap 2 bulan dengan bekerjasama UDD PMI Aceh Utara di Kantor Kejari Lhokseumawe dan Rehabilitasi Rumah Layak Huni sebanyak 2 Unit.

Demikian Kajari Lhokseumawe, Dr. Mukhlis melalui Kasi Intel Miftahuddin, kepada RRI, Kamis (30/12/2021).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar