Haji Uma Minta Kasus Dugaan Mesum Pejabat Kemenag Aceh Dilanjutkan

H Sudirman anggota DPD RI Aceh

KBRN, Lhokseumawe : Anggota DPD RI asal Aceh H Sudirman sapaan Haji Uma, meminta penegak hukum untuk melanjutkan proses hukum atas kasus dugaan mesum oknum pejabat Kemenag Wilayah Aceh berinisial TJ.

Kasus tersebut dikabarkan telah dihentikan oleh Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh, pada 04 November 2021 lalu, karena tidak cukup bukti, padahal sebelumnya TJ dengan alat bukti yang cukup pada penyelidikan awal sempat ditahan selama 20 hari.

Menurut H Sudirman, Akibat penghentian proses hukum ini telah menimbulkan reaksi masyarakat dan viral di media sosial seolah-olah implementasi hukum tajam ke bawah, kalau bersalah dan tidak bersalah termasuk menghentikan proses hukum yang sedang berjalan hanya pengadilan yang berhak.

“Jika kasus ini dihentikan Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh tidak masuk akal, meskipun berdalih tidak cukup bukti, padahal tersangka sebelumnya sempat ditahan secara hukum  tidak boleh menahan orang sembarangan jika tidak memenuhi unsur, nanti penegak hukum dapat dituntut balik” tegas Haji Uma, Rabu (10/11/2021).

Terkait kasus ini, terang Haji Uma,  rencana akan menyurati Menteri Agama RI untuk melakukan pembinaan dan mencopot bawahannya yang diduga telah melanggar Syariat Islam yang di Aceh

“Penegakan hukum Syariat Islam di Aceh tidak boleh main-main, nanti masyarakat tidak percaya lagi terhadap implementasi hukum dan terkesan hanya berlaku bagi masyarakat bawah” tegas Haji Uma

Seperti diketahui kasus itu bermula sebelumnya oknum pejabat Kemenag Aceh berinisial TJ digerebek warga Lueng Bata Kota Banda Aceh bersama pasangannya RH di rumah kos miliknya pada akhir Bulan Juni 2021.

Pada saat itu warga mengamankan RH dari dalam rumah, sementara TJ melarikan diri, Setelah RH diserahkan ke aparat, Satpol PP dan WH menyurati TJ agar menemui penyidik untuk dimintai keterangan, petugas menyimpulkan alat bukti yang didapat sudah cukup untuk menjerat keduanya dengan Qanun Jinayat. Sehingga TJ ditahan selama 20 hari

Sementara berkas kasus tersebut sudah dilimpahkan oleh Satpol PP dan WH kota Banda Aceh kepada Kejaksaan, namun jaksa mengembalikan berkas tersebut untuk dilengkapi oleh penyidik Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh

Setelah 14 hari, Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh tidak kunjung melengkapi berkas tersebut dengan berdalih keterangan saksi-saksi tidak kuat untuk menjerat TJ, sehingga 04 November 2021 Satpol PP dan WH menghentikan kasus ini.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar