Diduga Korupsi DD, Kejari Lhokseumawe Tahan Oknum Keuchik Paya Bilie

Oknum Keuchik Paya Bilie, Muara Dua Lhokseumawe, saat dibawa penyidik kejari ke Rutan Polres setempat

KBRN, Lhokseumawe : Kejaksaan Negeri (Kejari) Lhokseumawe, telah menetapkan tersangka dan melakukan penahanan terhadap oknum Keuchik (Kepala Desa) Paya Bilie, Kecamatan Muara Dua, dan tersangka sudah dititip di Rutan Polres Lhokseumawe, Kamis (9/9/2021).

Oknum Keuchik berinisial MS (32), diduga telah melakukan korupsi atau penyimpangan penggunaan Anggaran Pendapatan Asli Gampong (APBG) tahun anggaran 2020, dengan kerugian negara mencapai Rp 305.000.000.

Kepala Kejaksaan Negeri Lhokseumawe Mukhlis melalui Kasi Intelijen Miftahuddin, kepada RRI menyebutkan, dugaan penyimpangan APBG itu terkait proyek rehab rumah duafa tidak sesuai anggaran, kemudian pemasangan lampu penerangan jalan tidak sesuai, dan pengadaan sepeda motor gampong menggunakan nama pribadi keuchik atau tersangka serta penyalahgunaan dana SILPA tahun 2020.

“Dari hasil pemeriksaan khusus Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) Inspektorat Kota Lhokseumawe terdapat kerugian keuangan negara sekitar Rp 305 juta, karena dikhawatirkan akan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti, maupun mengulangi tindak pidana, maka tersangka dilakukan penahanan,”kata Miftahuddin .

Dijelaskan, penahanan terhadap tersangka setelah dilakukan pemeriksaan dan  itu berdasarkan Surat Perintah Kepala Kejaksaan Negeri Lhokseumawe Nomor : PRINT- 1219/L.1.12/Fd.1/09/2021, tanggal 09 September 2021.

“Tersangka telah melanggar pasal 2 ayat (1), Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-undang No. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-undang No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) KUHP.”pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar