Raih Emas, Lhokseumawe Masih Raja Bola POPDA

KBRN, Meulaboh: Kesebelasan Kota Lhokseumawe berhasil mengukir sejarah baru pada ajang Pekan Olahraga Pelajar tingkat Daerah (POPDA) setelah memenangi partai final cabor Sepakbola (Bola Kaki) POPDA XVI Meulaboh, Sabtu (25/06/2022) sore di stadion FIFA Cot Darat.

Dalam final yang dijuluki Derby Pase itu, Lhokseumawe mencukur Aceh Utara dengan skor 4-1, sekaligus meneguhkan Petro Dolar sebagai the King Football (Raja Bola) tingkat POPDA.

Sukses menciptakan Hatrick juara 3 kali secara beruntun sejak POPDA di Aceh Timur, kemudian POPDA Takengon dan POPDA Meulaboh.

Meskipun dalam pertandingan final Sabtu sore, pemain Lhokseumawe nomor punggung 2 diganjar kartu merah karena terlibat perkelahian kecil dengan pemain Aceh Utara Ade Mustakim nomor punggung 17 yang juga memperoleh kartu merah.

Cuaca terik dan panas juga mewarnai pertandingan final cabor sepakbola di stadion FIFA Cot Darat itu.

Gol pertama sang Raja, dicetak Rajif Aldifa nomor punggung 11 yang lepas dari pengawalan dalam area kotak bek Aceh Utara selanjutnya melepaskan tendangan dan bersarang di pojok kiri gawang pada menit ke 35.

Wasit Junaidi juga memberi hadiah penalti untuk Lhokseumawe karena strikernya dilanggar dalam area kotak penalti pada menit ke 40.

Muhammad Faizin nomor punggung 14 yang menjadi algojo hadiah penalti, sukses menjebloskan bola ke dalam gawang Aceh Utara yang dikawal Mulyassir.

Kedudukan skor menjadi 2-0 untuk Lhokseumawe yang bertahan sampai turun minum babak pertama.

Sesuai instruksi Pelatih Mulyadi (Adi Raul) dan Asisten Pelatih Ridhwan (Wawan) untuk tidak bermain Defense (bertahan) pada babak kedua meski sudah unggul 2-0 terbukti ampuh.

Lhokseumawe tetap memainkan bola-bola pendek dan bola crossing sehingga hasilnya, Muhammad Haikal (Boas) Cs kembali menambah pundi gol.

Umpan Assist umpan Crossing dari sayap kiri mampu di Heading Muhammad Faizin ke dalam gawang Aceh Utara sehingga menambah keunggulan Lhokseumawe menjadi 3-0.

Sedangkan satu gol balasan Aceh Utara dicetak M Sulthan Zakiansyah dan merubah kedudukan sementara menjadi 1-3.

Namun kartu merah yang diterima ke dua kesebelasan menjadikan tempo permainan sedikit menurun karena ke dua kesebelasan bermain agak berhati-hati.

Akan tetapi Muhammad Faizin semakin memperbesar keunggulan Lhokseumawe menjadi 4-1 lewat tendangan kerasnya setelah berhasil menusuk ke area kotak dari sayap kiri.

Dengan kemenangan tersebut Kota Lhokseumawe memperoleh medali emas. Sementara Aceh Utara memperoleh medali perak.

Untuk medali perunggu diraih Kota Langsa setelah mengalahkan Kabupaten Pidie di stadion Cot Tanjung.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar