Jelang Hut RI Ke 75, Pedagang Musiman Bermunculan Di Tengah Pandemi Covid 19  

KBRN Lhokseumawe: Situasi Pandemi Covid-19 melanda Negeri sekarang ini, tidak menyurutkan semangat Pedagang  musiman yang bermunculan memanfaatkan moment Hut Kemerdekaan ke 75 untuk mengais rezeki.  Seperti terlihat  bermacam ukuran bendera merah putih, diperjual belikan pedagang musiman bernama Monalisa diseputaran Trotoar Jalan Suka Ramai kota lhokseumawe.  

Sebagai Ibu rumah tangga tidak punya pekerjaan tetap, Monalisa mengaku, bermodalkan berbagai ukuran bendera merah putih didatangkan dari kota bandung ia sudah 10 tahun memilih berjualan setiap menjelang Hut Kemerdekaan RI 17 Agustus.

,”Dari pada duduk aja dirumah ya mending saya jualan aja untuk cari uang, setiap tahun saya jualan di trotoar  jalan dilokasi ini,”sebut Monalisa sambil menunjukkan ukuran bendera terkecil.

Berbagai ukuran berikut kelengkapannya hias umbul-umbul kemerdekaan ini suda mulai dijajakan sejak tanggal 25 juli lalu, termasuk bendera kecil,Begrof karet  dan benner, , sticker hingga tiang bendera yang ditawarkan dengan harga berfariasi sekitar Rp 5 ribu hingga Rp 270 ribu rupiah/unit,

Menurut pedagang  musiman Monalisa, Perayaan HUT RI ke-75 di masa pandemi yang akan diselenggarakan secara sederhana sangat mempengaruhi omzet penjual bendera, karena banyak masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi akibat terdampak Covid-19. 

Meski hingga hari ini (Selasa,04/08/2020), dirasakan masih sepi dari pembeli, namun bermodalkan berbagai ukuran bendera merah putih didatangkan dari kota bandung ini, ia tidak pernah menyerah beraktifitas mengelar lapak jualan ditengah situasi pandemi covid 19.

,’Umbul umbul bendera merah putih ini saya ambil dari Bandung, kebetulan ada tokenya yang tinggal disini,”

 Pada hari normal di tahun sebelumnya diakui Mona, ia berhasil menjual puluhan ukuran bendera dengan total pendapatan mencapai sekitar 2 juta rupiah perhari, namun kali ini ditengah sitausi pademi covid belum terlihat geliat masyarakat yang berminat membeli bendera merah putih. 

,”Kalau dulu lagi rame kita dapat jual sekitar 2 juta perhari, tapi kali ini masih sepi, paling saya dapat hanya sekitar 500 ribu itupun tidak tentu ada pembeli tiap hari,  mungkin nanti ketika dekat 17 agustus itu baru ramai,”Ujar Mona  

Sambil merapikan dan menunjukkan Ukuran bendera terkecil seharga 5 ribu rupiah, ia mengakui pengalaman pada  Hut kemerdekaan ditahun lalu dengan Omzet penjualan meningkat sejak awal hingga beberapa hari mendekati perayaan 17 Agustus. Selain menghiasi pemandangan di troaar jalan Suka Ramai, pernak pernik Umbul umbul bendera merah putih berbagai ukuran dijajakan Pedagang musiman ini  juga terihat bermunculan di jalan utama kota serta depan kantor pajak, dan di Depan Bank BNI kota Lhokseumawe.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00