Masa Depan Sistem Keterbukaan Informasi Aceh

KBRN,Lhokseumawe : Dinas Sosial (Dinsos) Aceh hadir dalam kegiatan yang diselenggarakan Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominsa) Aceh yang dibuka langsung Kadiskominsa, Marwan Nusuf, B.Hsc, Ma. Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) tahap III itu mengagendakan pembahasan tentang rencana penyusunan rencana induk, arsitektur, dan peta jalan sistem informasi Aceh terpadu (SIAT) berlangsung di hotel grand aceh syariah, Selasa, (05/07/22) Banda Aceh.

“Kegiatan FGD hari ini dalam rangka menfasilitasi SKPA / OPD dan Kabupaten / Kota mengenai tata cara memasukkan usulan program terkait tekhnologi dan informasi yang diperlukan sebagai bagian dalam dokumen perencanaan (peta jalan). Serta bagian dari upaya mempercepat kenaikan indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Aceh” kata Marwan saat memberikan arahannya.

Seperti diketahui sebelumnya pada tahun 2020, Pemerintah Aceh berhasil meraih penghargaan keterbukaan informasi publik dengan kategori “informatif” yang diserahkan oleh Wakil Presiden RI, K.H. Makruf Amin. Aceh menjadi salah satu provinsi terbaik ke - 5 (lima) setelah, Jawa Tengah, Jakarta, Jawa Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Iklim keterbukaan informasi ini membuat provinsi Aceh berpotensi mengalami kenaikan indeks SPBE dari 3,19 menjadi 3,82. “Kolaborasi semua pihak akan membantu pertumbuhan indeks SPBE lebih cepat dan mudah, penerapan SPBE yang baik akan membantu terwujudnya visi provinsi cerdas (Aceh Smart Province).” sebut marwan.

Selama FGD, diskusi berjalan terkait penyusunan rencana induk, pola strategi SIAT, dan tema peta jalan (roadmap) SIAT Aceh dari tahun 2022 hingga 2026 nanti. Dimana target SIAT pada tahun 2022 ini yaitu mengoptimalisasi sumber daya infrastruktur dan tata kelola domain SIAT, sementara di tahun 2023 melakukan penguatan jaringan atau keterhubungan pemerintah Aceh dengan semua pihak dalam kanal sistem yang terpusat.

Selanjutnya memasuki tahun 2024 direncanakan Pemerintah Aceh melalui tim SIAT akan membangun partisipasi setiap pengguna sebagai subyek / sumber informasi, dimana adanya umpan balik masyarakat, kolaborasi sosial dan sapa pemerintah dan masyarakat. Seterusnya di masa 2025 menciptakan pelayan publik berbasis budaya digital, adanya proses bisnis yang dinami dan digital mindset, ASN terbiasa dengan pelayanan digital, masyarakat adaptif dan digital service.

Pada akhirnya di tahun 2026 menuju goals (target) Aceh Cerdas sehingga kualitas hidup masayarakat menjadi lebih baik, memungkinankan penggunaan tekhnologi terkini dan tepat guna yang berpusat pada runag nyata manusia (society 5.0).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar