Pro Kontra Larangan Mudik Dimata Publik, Polisi Pasang Baliho Mudik Ditiadakan

KBRN Lhokseumawe: Meski masih menuai keluhan Publik tidak setuju terhadap larangan Mudik Salah seorang warga berfikir positif justru ikut membatalkan rencana mudik lebaran tahun ini. Seperti diakui Ririn warga Asal Sumatra Utara yang mengaku sudah 16 tahun menetap diwilayah kota Lhokseumawe. 

Menurutnya bertemu keluarga dihari lebaran sudah menjadi budaya bagi warga di Indonesia, akan tetapi ia berfikir positif membatalkan niat mudik karena sudah dilarang Pemerintah. .

”Sebenarnya saya tidak setuju terhadap larangan mudik, tapi kita mau bilang apa jika itu harus dipatuhi, saya berfikir positif aja ketika pemerintah mengeluarkan Larangan Mudik ditengah situasi Pendemi Covid ,” ujar Ririn warga sumatra utara yang mengaku sudah 16 tahun berdomisili di Kota Lhokseumawe. 

Sementara mencegah  atau memimalisir jumlah penularan kasus Covid 19 yang semakin besar, Jajaran Kepolisian berikan dukungan penuh terhadap larangan mudik dikeluarkan Pemerintah Pusat Secara Nasional.

Dukungan pencegahan penyebaran virus covid baru tersebut, ditegaskan Kapolres Lhokseumawe dalam bentuk Sosialisasi Baliho ditempatkan dilokasi pusat kemaramaian, seperti Baliho ukuran besar terlihat diseputaran taman Riyadah kota lhoksrumawe berisikan  pesan Mudik Leberan tahun ini ditiadakan untuk memperkecil kasus  penularan wabah Covid baru. 

Kapolres Lhokseumawe Akbp Eko Hartanto melalui kepala bagian Humas Salman Alfarisi, mengakui dukungan tersebut dilakukan pihak kepolisian berdasarkan kebijakan dikeluarkan Pemerintah Pusat secara Nasional.

”larangan mudik tidak hanya dilhokseumawe, kenapa dilarang mudik  tahun ini, itu karena jumlah kasus covid secara nasional semakin besar, jadi untuk memimalisir kasus mari kita hindari mudik lebaran ditiadakan tahun ini, “jelas Salman Alfarisi, 

Sesuai koordinasi pihak terkait larangan Mudik Lebaran tahun ini Dinas Perhubungan disetiap Daerah Kab/Kota diminta untuk mempeketat pengawasan bagi warga berniat mudik lebaran. Seperti dikatakan Kepala Dinas Perhubungan Aceh Tamiang, Anwar, mulai tanggal 6 hingga 17 Mai pihak nya akan menutup seluruh akses jalan diperbatasan maupun jalan pintas lainnya yang akan dlintasi pemudik membandel. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00