Asal Mula Masjid Jamik Al-Ikhlas Teupin Punti Berganti Nama

KBRN. Lhoksukon : Masjid Al-Ikhlas Teupin Punti, Gampong Keutapang Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara, yang berada dipinggir jalan Medan-Banda Aceh, merupakan masjid kedua yang sebelumnya bernama Masjid  Jamik Al-Ikhlas  dibagun di lokasi yang sama di tanah yang wakafkan masyarakat.

Pembagunan mesjid tersebut pertamakali digagaskan oleh Abu H Jamaluddin Alumni Labuhan Haji, dan peletakan batu dilakukan oleh almarhum Mahmud Rusdi pada tahun 1978 silam. Masjid tersebut berukuran 24×24 meter yang  berkapasitas sekitar 1.500 orang jamaah dan berdiri kokoh pada tahun 1985 lalu, selalu di penuhi jamaah.

Pengurus Badan kemakmuran Masjid (BKM) Masjid Al-Ikhlas, H. Azwir mengatakan pembangunan masjid ini bersumber dari dana swadaya masyarakat yang dikutip setiap bulan dari masyarakat lima desa dalam kemesjidan ini.

“Saat iitu lima desa dalam kemesjidan Al- Ikhlas terdiri dari Desa Keutapang, Pante, Keude Teupin Punti, Meunasah Masjid dan Kumbang, masing-masing desa membentuk panitia pengutipan dana dalam bentuk uang dan padi yang dikutip sama warga, kemudian diserahkan ke panitia masjid,”kata H Azwir, Jum’at (22/5/2020).

Disebutkan, meskipun pembangunan mesjid ini bersumber dari dana swadaya masyarakat dan Infaq maupun sedekah dari sejumalah donatur, Namun karena kekompakan masyarakat tanpa campur tangan dari pemerintahan, Masjid megah yang diberinama  Jamik Al-Ikhlas tersebut rampung  dibangun pada tahun 1985  lalu.

“Shalat perdana dan peresmian  langsung dilakukan oleh Abu H Jamaluddin, Masjid megah ini letaknya sangat strategis, bahkan setiap hari dipenuhi jamaah, termasuk shalat berjamaah, baik warga yang melintas dari arah Medan- Banda Aceh maupun sebaliknya,”jelasnya.

Menurutnya, meskipun dalam kondisi Pandemi COVID-19. kegiatan keagamaan tetap berjalan seperti biasanya, seperti pengajian rutin ba’da shalat magrib, yasinan setiap malam Juma-at dan Sabtu, Subuh berjamaah, buka puasa bersama dan sejumlah kegiatan keagaman lainnya.

“Penitia pembangunan masjid terus melakukan berupaya untuk melakukan perluasan masjid, pembangunan tempat wuduk. Namun yang menjadi kendala saat ini adalah dana terbatas, maka kami sangat membutuhkan iuran tangan para dermawan dan donotur, agar perluasan masjid dan tempat wuduk bisa segera dibangun, “harapnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00