Kisah Penamaan Al-Khalifah Ibrahim Pada Mesjid Besar Matangkuli

KBRN, Aceh Utara  : Mesjid besar Al Khalifah Ibrahim, salah satu masjid megah di Kecamatan Matang Kuli, Kabupaten Aceh Utara, yang berukuran 50 x 50 meter yang memliki dua lantai dibangun atas kemandirian warga dengan gotong royong massal.

Pembangunan masjid di atas yang tanah diwakafkan warga setempat. Nama Mesjid besar Al Khalifah Ibrahim, kerana seblum pembanguan masjid dilahan tersebut  terdapat sebuah kuburan Ulama, atas nama Al-Khalifah Ibrahim, sehingga masyarakat sepakat nama masjid diberikan sesuai nama di batu nisan kuburan itu.

Ketua Remaja Mesjid besar Al Khalifah Ibrahim, Muhammad Jafar sapaan Jafar Kuba menyebutkan peletakan batu pertama masjid ini, dilakukan oleh Imum chik masjid Almarhum Tgk Haji Syeh Mahmud, pada tahun 1970-an.

“Sedangkan pembangunan Masjid dilakukan dengan cara gotong royong massal yang dilakukan oleh masyarakat 111 desa dalam Kecamatan Matangkuli sebelum ada pemekaran dua kecamatan yaitu kecamatan Paya Bakong dan Pirak Timu .” kata Jafar Kuba, Kamis (21/5/2020).

Menurut keterangan sejumlah masyarkat, saat pengerjaan pembangunan masjid, setiap desa mendapatkan giliran masing-masing, mereka melakukan dengan gotong royong massal, sedangkan dana untuk pembanguan masjid merupakan sumbangan dari swadaya masyarakat, termasuk sedekah dari sejumlah donatur.

“Masjid megah ini berukuran 50 x 50 meter dengan luas areal sekitar 3 hektar,yang  memiliki dua lantai dan dapat menampung jamaah sekitar 5000-an orang. Namun sering digunakan lantai bawah dengan kapasitas jamaah sekitar 2500 orang, “rincinya.

Berkat kekompakan masyarakat tanpa campur tangan pemerintah pada saat itu, pada tahun 1980-an atau 10 tahun pengerjaan pembangunan, akhirnya selesai dibangun meskipin dengan dana swadaya masyarkat, sedekah maupun infak .

“Meskipun dalam kondisi Pandemi COVID-19, di Mesjid besar Al Khalifah Ibrahim tetap melakukan kegiatan keagamaan seperti biasa diantaranya shalat berjamaah, shalat Jumat, shalat terawih dan pengajian rutin yang dipimpin imam besar Tgk H M Yusuf Mahmud.”terangnya.

Selain itu, setiap bulan suci ramadhan, Mesjid besar Al Khalifah Ibrahim,  yang terletak di pusat kecamatan ,melakukan pembagian kanji rumbi gratis untuk masyarakat, buka puasa bersama dan menyantuni anak yatim yang ada di 49 desa dalam kecamatan matangkuli pada setiap 10 Muharram, sumber dananya dari sedekah masyarakat.

“Seiring perjalanan pembangunan masjid tersebut, mendapatkan sedikit suntikan dana dari pemerintah, Meskipun demikian kami harapkan, Pemerintah Aceh Utara untuk memperdayakan dan menambahkan Honor bilal masjid, karena selama ini honor yang diberikan atau terima Rp100 ribu perbulan, itu pun ditranfer 3 bulan sekali, kami pun harus memberikan honor tambahan setiap hari jum;at untuk empat orang masing-masing Rp 200 ribu yang berasal dari sedekah jamaah,’pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00