Silaturrahmi Formasiga, Ust Adnan Yahya: Kematian Itu Bersifat Memaksa

KBRN, Lhokseumawe: Persatuan Masyarakat Simpang Tiga Sigli (Formasiga) Jum'at (14/01/2022) mengadakan pertemuan di Simpang Pertamina, Desa Hagu Teungoh, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe.

Dalam acara tersebut dibarengi dengan ceramah agama dan takziah dirumah salah satu warga Simpang Tiga yang beberapa hari yang lalu meninggal dunia.

Salah satu pengurus Formasiga Juni Ahyar, S.Pd., M.Pd, mengatakan, acara silaturrahmi seperti ini perlu terus dilakukan untuk mempererat tali persaudaraan antar masyarakat Simpang Tiga dan silaturrahmi juga bisa memudahkan rezeki dan memanjangkan umur, Allah juga suka kepada Hambanya yang saling menyambung tali silaturrahmi.

Sementara itu peceramah Ustadz Adnan Yahya, S.Kom,I., M.Pd, mengatakan kita semua akan meninggalkan alam ini yaitu mengalami kematian yang menjadi pertayaan apakah kita yang masih hidup ini sudah mempersiapakan diri.

Kematian dalam Al Qur’an:

Pertama, kematian bersifat memaksa dan siap menghampiri manusia walaupun kita berusaha menghindarkan resiko-resiko kematian. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman, Katakanlah: “Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu ke luar (juga) ke tempat mereka terbunuh”. Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati. (QS. Ali Imran, 3:154).

Kedua, kematian akan mengejar siapapun meskipun ia berlindung di balik benteng yang kokoh atau berlindung di balik teknologi kedokteran yang canggih serta ratusan dokter terbaik yang ada di muka bumi ini. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman, “Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: “Ini adalah dari sisi Allah”, dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: “Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)”. Katakanlah: “Semuanya (datang) dari sisi Allah”. Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikit pun? (QS. An-Nisa 4:78).

Ketiga, kematian akan mengejar siapapun walaupun ia lari menghindar. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman, “Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”. (QS. al-Jumu’ah, 62:8).

Keempat, kematian datang secara tiba-tiba. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Luqman 31:34).

Kelima, kematian telah ditentukan waktunya, tidak dapat ditunda atau dipercepat Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman, “Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS, Al-Munafiqun, 63:11).

Selanjutnya ustad juga berpesan kita mesti bersyukur atas nikmat yang Allah titipkan kepada kita termasuk nikmat kekayaan, sehat coba perhatikan kerumah sakit supaya kita sadar begitu pentingnya nikmat sehat acara tersebut ditutup dengan doa.

Pertemuan Formasiga itu juga dihadiri sejumlah tokoh diantaranya mantan Kadis Kehutanan dan Perkebunanan, Kastabuna, S.P., M.P, Pensiunan Bank Indonesia, T. Nasri, Akuntan Azhar Sulaiman, S.E, Ak, Pengurus Formasiga, Bahrom, dan Dekan Fakultas FEBI IAIN Lhokseumawe, Dr. Muhtasar dan lain-lain.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar