Wali Santri Mataqu Sayangkan Sikap Walikota Lhokseumawe

KBRN, Lhokseumawe :  Seorang wali santri Dayah Ma’had Ta’limul Quran (Mataqu) Utsman Bin Affan Lhokseumawe menyayangkan sikap Walikota Lhokseumawe Suaidi Yahya  yang berencana akan mengambil alih gedung Dayah tersebut untuk dibangun ruang rawat Penyakit Infeksi New Emerging dan Re-Emerging (PINERE) pasien Covid 19.

Yusrizal kepada RRI Senin (15/09/20) mengatakan sebelumnya Walikota Lhokseumawe sudah melakukan proses pemberitahuan kepada pihak pesantren Mataqu bahwa bangunan bekas sekolah SMP Arun itu akan di gunakan, namun Pemerintah daerah tidak memberikan solusi atas persoalan tersebut, hanya disuruh kosongkan gedung namun tidak ada lokasi baru yang akan menjadi tempat sementara bagi santri Dayah Mataqu.

“Ini tentu saja saya selaku masyarakat sangat menyayangkan ketika Walikota mendesak pihak pesantren Mataqu untuk mengosongkan lokasi tersebut”, ungkapnya.

“Yang pertama memang  mungkin apa yang disampaikan oleh Walikota bukan baru kali ini, sudah dilakukan beberapa tahapan, hanya saja yang sangat kita sayangkan disini itu adalah tidak adanya upaya dari Pemerintah kota untuk menangani persoalan persoalan tersebut”, lanjut Yusrizal.   

Menurut penjelasan Yusrizal memang selama ini pihak Dayah Mataqu memiliki lahan dan gedung di Alue lim tapi belum selesai secara keseluruhan sehingga tidak mampu menampung ratusan santri, dan jika dipaksa untuk pindah dengan segara dipastikan pihak Daya Mataqu tidak mampu.

Seharusnya Walikota Suadi Yahya kata Yusrizal harus mencari alternatif sementara untuk keberlangsungan proses belajar para santri tersebut.

Lebih lanjut disampaikan Yusrizal Dayah Mataqu Utsman bin Affan Lhokseumawe itu sebelumnya sempat mengharumkan nama Kota Lhokseumawe ditingkat Nasional dengan prestasi yang diraih oleh para santri yang mengemban pendidikan di Dayah tersebut.

Dan semestinya Walikota harus memiliki pertimbangan yang bijak atas persoalan ini, banyak bangunan lain dikomplek perumahan PT. Perta Arun Gas (PAG) itu yang bisa difungsikan dan dibangun untuk keperluan ruang rawat PINERE covid 19.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00