Lhokseumawe Tunda Biaya Masuk dan Baju Seragam Sekolah

KBRN, Lhokseumawe: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Lhokseumawe, akhirnya memerintahkan semua lembaga penyelenggara pendidikan seperti Sekolah dan lainnya agar menghentikan sementara pemungutan segala biaya tahun ajaran baru 2020/2021.

Seperti diberitakan RRI sebelumnya bahwa Disdikbud tidak pernah memerintahkan kepada sekolah baik resmi maupun tidak resmi terkait pungutan biaya paket seragam sekolah maupun biaya masuk lainnya pada setiap tahun ajaran baru. 

Baca Juga: Pandemi Covid-19, Biaya Paket Seragam Sekolah Bagaimana?

Terlebih saat ini masih Pandemi Covid-19, dimana pembelajaran juga tidak tatap muka atau Belajar Dari Rumah (BDR) karena Kota Lhokseumawe masih berstatus Zona Kuning. 

Selain itu karena pertimbangan kondisi perekonomian masyarakat yang menurun akibat pandemi sehingga sebaiknya pihak sekolah tidak memungut biaya paket seragam sekolah.

"Sudah kita beritahukan dan kalau yang demikian itu sudah kita suruh hentikan semua", tegas Kepala Disdikbud Kota Lhokseumawe, Nasruddin, menjawab RRI, Minggu (12/08/2020) tentang penundaan sementara biaya paket seragam sekolah selama Pandemi Covid-19 dan sekolah dilanjutkan Daring (Dalam Online Jaringan) dari rumah masing-masing.

Sementara itu, salah seorang Ketua Komite Sekolah di Kota Lhokseumawe, Teuku Anwar Haifa, ketika disinggung RRI tentang Biaya Paket Seragam Sekolah Tahun Ajaran Baru yang nominal hingga jutaan rupiah, mengatakan, tidak ada paksaan kepada para wali murid untuk menyetorkan segala biaya tersebut kepada pihak sekolah.

"Tapi memang selama ini di banyak sekolah menyediakan dan menjual baju seragam sekolah seperti baju seragam dan simbol-simbolnya. Lalu seragam batik atau topi, dasi, hingga baju olah raga, sehingga jika di total semua harganya ada yang sampai jutaan rupiah serta jika ditambah biaya beli buku paket lebih dari satu juta rupiah. Nah, karena ini pandemi, semua biaya itu boleh di cicil, tidak ada paksaan", ujar T. Anwar Haifa.

Misalkan baju dan celana seragamnya dijahit dari sekarang oleh pihak sekolah dan wali murid membayar cicil. Nanti jika sudah sekolah tinggal dipakai saja.

"Nah, kalau menyangkut Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) itu setahu saya lebih digunakan kepada operasional sekolah yang lain. Tapi, persisnya saya tidak tahu bagaimana, itu yang lebih tahu Kepala Sekolah, kemana saja digunakan selama ini", ujarnya lagi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00