LPDI: Keluhan Paket Seragam Sekolah Pandemi Covid-19, Ramai

KBRN, Aceh Utara: Lembaga Peduli Dhuafa Indonesia (LPDI) Kabupaten Aceh Utara, sejak tahun 2014 banyak menemukan persoalan masyarakat saat menghadapi tahun ajaran baru di Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat.

Dalam hal ini para orang tua murid membutuhkan dana yang lumayan besar setiap anaknya masuk sekolah walaupun hanya Rp 1 juta, untuk paket seragam sekolah dan biaya lainnya yang disepakati oleh pihak sekolah dengan wali murid.

"Sekolah di Aceh memang gratis. Tapi ketika diharuskan menanggung biaya perlengkapan sekolah, ini juga menjadi beban kendala tersendiri bagi orang tua. Contoh, kami pernah mendapati di salah satu Gampong di Nibong Aceh Utara, anaknya putus sekolah karena orang tuanya tidak mampu mengeluarkan biaya untuk seragam sekolah", Demikian Ketua LPDI Aceh, Musfendi, kepada RRI, Jum'at (10/07/2020).

Selama pandemi Covid-19 sekarang ini, kasus orang tua atau wali murid yang terkendala dengan biaya paket seragam sekolah dan biaya peralatan sekolah lainnya, semakin banyak ditemukan dilapangan.

"Banyak orang tua murid yang melaporkan ke LPDI mereka belum mampu membeli seragam sekolah sampai detik ini. Sedangkan ke semua anaknya harus melanjutkan pendidikan", terang Musfendi lagi.

Kasus itu ditemukan pihaknya di Gampong Paloh Punti Kota Lhokseumawe yang orang tua memiliki tiga anak dan ketiga anaknya memasuki tahun ajaran baru di Sekolah.

Ada yang anaknya sudah naik kelas serta ada yang lulus sekolah dan harus mendaftar masuk ke sekolah lainnya. Orang tuanya tidak mampu membeli paket seragam sekolah yang mahal.

Ketua LPDI, Musfendi

Atas banyaknya pengaduan masyarakat yang mengaku tidak mampu memenuhi paket seragam sekolah dan perlengkapan sekolah tahun ajaran baru tersebut, LPDI juga telah membuka Donasi Paket Seragam Sekolah. Terutama bagi Anak Yatim dan Kaum Dhuafa, pungkas Musfendi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00