Pandemi Covid-19, Biaya Paket Seragam Sekolah Bagaimana ?

KBRN, Lhokseumawe: Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Lhokseumawe, Nasrudin, menegaskan, pihaknya tidak pernah memerintahkan masing - masing sekolah untuk memungut biaya masuk sekolah setiap tahun ajaran baru.

Baik itu biaya pendaftaran masuk, biaya bangku dan meja, sampai biaya paket seragam sekolah dan biaya beli buku hingga alat tulis.

"Tidak pernah ada perintah dari Dinas kepada masing-masing sekolah soal biaya paket seragam sekolah dan lainnya. Jika pun masih ditemukan ada pihak sekolah yang memungut biaya paket tersebut, itu murni atas persetujuan bersama antara wali murid dengan pihak sekolah, tapi itu pun sifatnya tidak boleh memaksa", tegasnya kepada RRI, Jum'at (10/07/2020).

Lanjut Nasruddin, terlebih saat ini masih pandemi wabah virus Covid-19, dimana sekolah belum normal serta sistem Pendidikan Daring (secara online) masih berlanjut dalam tahun ajaran baru ini.

"Memang logikanya agak tidak masuk akal pungutan biaya paket seragam sekolah tetap dilakukan meski sekolah belum pasti tatap muka karena wilayah Lhokseumawe masih Zona Kuning Covid-19. Yang jelas kita selama ini tidak pernah memerintahkan begitu, silahkan bapak cek langsung ke masing-masing sekolahnya", ujarnya pula.

Sedangkan ketika disinggung mengenai Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Kadisdik Kota Lhokseumawe menjelaskan, dana BOS di sekolah tidak semuanya digunakan untuk kepentingan baju seragam.

Kadisdikbud Kota Lhokseumawe, Nasruddin.

Sementara dari penelusuran RRI kepada sejumlah wali murid yang tidak bersedia disebutkan namanya mengaku harus mengeluarkan hingga Rp 800 ribu sampai lebih dari Rp 1 juta dalam penerimaan siswa baru tahun ini.

Alasannya untuk biaya paket seragam sekolah seperti uang untuk beli baju olahraga, baju batik, kerudung (Jilbab), baju pramuka dan jilbab, topi, dasi, simbol lengkap baju putih dan simbol baju pramuka, buku dan alat tulis dan lain sebagainya. 

Sedangkan ditengah pandemi Covid-19 seperti sekarang ini daya beli masyarakat menurun drastis.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00