Belajar Daring di Aceh Utara Terkendala Teknologi dan Akses Internet

KBRN, Lhokseumawe : IKatan Guru Indonesia (IGI) Cabang Aceh Utara mengaku, proses belajar mengajar secara daring/ online atau belajar jarak  jauh dari rumah  selama tanggap darurat pandemi virus corona COVID-19 di Provinsi  Aceh khususnya di Aceh Utara terkendala teknologi dan akses internet.  

Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Cabang Aceh Utara, Qusthalani, S.Pd, M.Pd.,kepada RRI mengaku akibat terkendala dengan jaringan internet, sehingga sejumlah guru dan siswa sulit mengakses kelas-kelas digital yang dibuka, sehingga kegiatan belajar mengajar dari rumah tak bisa dijalankan secara efektif.

“Agar para siswa tetap bisa belajar, kami memberikan tugas mingguan yang dikumpulkan dalam waktu tertentu. Mereka boleh mencari jaringan internet, sehingga dalam waktu seminggu itu tugasnya harus dikumpulkan.” kata Qusthalani, Senin (20/4/2020).

Menurutnya, proses belajar mengajar secara daring/ online selama masa tanggap darurat pandemi COVID-19, hanya 30 persen siswa yang aktif karena tidak semua siswa memiliki ponsel pintar dan tersentuh jaringan internet, khususnya yang berada di desa terpencil.

“Sejumlah guru juga masih kesulitan mengakses internet, yaitu guru-guru yang hampir pensiun dan sudah senior, serta yang tinggal dipedalaman atau terpencil, oleh karena itu pemerintah harus menyediakan koata internet kepada guru dan siswa yang berada di desa terpencil.”harapnya.(FUL/MS)

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00