Begini Kisah 'The Power of Love' Karangan Musfirah Dalam Bukunya

KBRN, Lhokseumawe : Musfirah AG, S.Pd., gadis asal Gampong Paloh Gadeng, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, telah berhasil menulis dan menerbitkan buku karangannya yang berjudul "Kekuatan Cinta" Buku itu penuh dengan kisah yang memotivasi dan menginspirasi hidup.

Pada saat proses penulisan atau karangan buku,  gadis Alumni IAIN Lhokseumawe, Jurusan Tarbiyah, Prodi Pendidikan Bahasa Arab, juga berkolaborasi bersama 19 orang penulis lainnya. Buku itu diterbitkan di Sefa Bumi Persada, Buket Rata, Kota Lhokseumawe dan cetakan pertama pada Maret 2020. Tulisannya sudah launching dalam sebuah buku “Kekuatan Cinta” pari projec  “Ayo Menulis” yang dibina langsung Oleh Amma dan Cut Anggi Dwi Geubrina (Penulis Novel Hindustan Diary).

Musfirah, gadis kelahiran 27 0ktober 1995 mangatakan tujuan diterbitkan buku itu untuk meningkat daya atau minat baca bagi generasi ke depan. Karena dalam buku tersebut juga banyak menceritakan tentang motivasi hidup untuk menumbuhkan rasa percaya diri, agar setiap insan bisa bangkit dengan kemampuan sendiri. Dalam buku yang di tulisnya juga menceritakan tentang bagaimana menentukan kesuksesan diri masing-masing. 

“Percayalah bahwa semua cerita hidup itu bisa diangkat dan untuk dijadikan sebagai sebuah novel tanpa rekayasa dan memang sesuai realita. Agar suatu kelak nanti hasil karya kita itu akan dapat tetap dikenang sepanjang masa, kita juga mengharapkan supaya pemuda/i atau generasi muda untuk terus berusaha menciptakan karya-karya terbaik sesuai bidang yang dilakoninya. Artinya, manfaatkanlah waktu sebaik mungkin selagi ada kesempatan sebelum itu terlambat, karena tantangan ke depan akan semakin tinggi mengingat perkembangan teknologi yang terus berkembang pesat,” kata Musfirah.

Selain itu, Alumni Pesantren Modern Misbahul Ulum, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, merupakan anak pertama dari dua bersaudara pasangan Aguswani Alamsyah dan Nur Asma M. Daud itu menyebutkan, dirinya termotivasi untuk menulis ketika mulai memasuki dunia pasantren. Selama berada di pasantren dirinya gemar mencoret-coret  buku tulis dengan berbagai kalimat yang tanpa sengaja membuat sebagian temannya ketika membaca hasil tulisan itu menjadi tertarik. 

“Maka dari faktor itulah sampai saat ini masih saya teruskan untuk mencoba menghasilkan karya yang benar-benar bisa bermanfaat bagi orang banyak, maka saya mengajak generasi muda untuk melakukan Sebanyak mungkin kebaikan dan belajar dengan lebih tekun. Karena generasi penerus perlu diingat bahwa setiap usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil, maka dari itu teruslah berusaha hingga mendapatkan karya-karya terbaik."pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00