Wali Nanggroe Aceh Minta Masyarakat Bersatu Membangun Peradaban Aceh

KBRN Lhokseumawe: Hasrat Universitas Malikulsaleh untuk bersinergi menyatukan langkah membangun peradaban Aceh yang lebih baik dimasa akan datang mendapat dukungan dari Pengemban Amanat Wali Nanggroe Aceh Tengku Malik Mahmud Al-Haythar.

 Menyadari Beratnya tantangan dihadapi di Era Revolusi Industri,Tengku Malik Mahmud Al-Haythar, mengajak semua pihak untuk menyatukan langkah, bekerja sama membangun Aceh yang tamaddun.  Ajakan menghilangkan sikap kecurigaan, saling mendendam dan saling menghambat  sesama disampaikan Paduka Mulia Wali Nagrroe Aceh dalam kata sambutan pada prosesi Rapat Terbuka Senat Universitas Malikul Saleh sesi ketiga di Gedung Gor Exs PT Arun Lng, Kamis (21/11/2019). 

Pada kesempatan tersebut Teuku Malik Mahmud Alhaytar, menitik beratkan harapan kepada semua pihak, khususnya  kaum Intelektual Kampus terkemuka di Aceh,agar mampu merampungkan Pendidikan, sehingga Generasi kedepan bisa  berpikir Global dan Mencerminkan Perilaku Orang Aceh Yang Santun, Jujur, Tegas Dan Berakhlak.  

 Kehadiran Pengemban Amanat Wali Nanggroe Aceh pada prosesi Rapat erbuka digedung GOR eks PT  Arun LNG Kamis pagi (21/11/2019), dikatakan Rektor Universitas Malikussaleh Dr. Herman Fithra, ST, MT, merupakan bagian penting dari Penanda Tanganan Naskah Perjanjian Kerja Sama  (MOU) diselaraskan bersama Unimal dan Pemerintah Aceh  serta DPRA untuk bersinergi membangun Aceh yang lebih baik kedepan.

 Seiring Perkembangan teknologi, Universitas Malikussaleh sedang mempersiapkan visi misi baru sesuai dengan visi misi Presiden RI, dengan centre of excelent adalah inovasi teknologi pertanian untuk mendukung energi terbarukan. 

Unimal yang sudah mempunyai Magister Teknik Energi Terbarukan terus mengembangkan diri dengan merajut kerjasama Kementerian ESDM Republik Indonesia, Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Kementerian Pertanian

,”Oleh karena itu untuk mempercepat terwujudnya centre of excelent tersebut, Herman Fitra juga meminta dukungan semua pihak untuk membantu percepatan proses hibah sarana prasarana dan perumahan bekas PT Arun, yang menjadi kebutuhan mendesak untuk kepentingan pendidikan,” Ungkap Herman Fitra.

Hal tersebut dikatakan akan menjadi bukti sejarah di mana semua pihak bersinergi dalam mendukung kemajuan dunia pendidikan dan peradaban di Aceh khususnya, serta di Indonesia umumnya. (FIK/MS)  

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00