Ini Kata Para Dosen Ilmu Politik Unimal Soal Unjuk Rasa Mahasiswa Di Berbagai Daerah

KBRN, Lhokseumawe: Sejumlah Dosen dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) dan Ilmu Antropologi Universitas Malikussaleh (Unimal) Kabupaten Aceh Utara, merasa prihatin terhadap aksi unjuk rasa turun ke jalan oleh para Mahasiswa di berbagai daerah di Indonesia sebagai bentuk protes dan penolakan terhadap RUU KPK dan RKHUP. 

Aksi tersebut bahkan berujung rusuh hingga jatuhnya korban luka hingga meninggal dunia. 

Namun, reaksi yang di tunjukkan para mahasiswa dengan turun ke jalan dan menduduki gedung DPR maupun DPRD di daerah termasuk di Kota Lhokseumawe ini, menurut Dosen FISIP Unimal, Muhammad Akmal, sebagai reaksi yang wajar. 

"Mereka memprotes karena mereka adalah Iron Stock Bangsa atau pewaris masa depan Bangsa", ujar M Akmal, Jum'at (27/09/2019). 

Fungsi Mahasiswa Lanjutnya, sebagai Agen of Change (Agen perubahan) dalam masyarakat. Mahasiswa masih bebas dari kepentingan dan mereka hanya menginginkan negara ini baik. 

Undang - undang (UU) maupun Rancangan Undang - Undang (RUU) yang mereka minta dicabut atau di batalkan itu, karena jika dijalankan, difungsikan, maka akan semakin terjadi 'degradasi moral' elit politik dan merendahkan kesejahteraan dan kenyamanan hidup rakyat, demikian disampaikan Muhammad Akmal. 

Sementara Dosen Antropologi Unimal, Teuku Kemal Pasya, berpendapat, gelombang demonstrasi Mahasiswa terkait dengan protes revisi UU KPK yang sudah disahkan oleh Pemerintah dan DPR, sebagai sebuah gerakan moral. 

"Yang didemonstrasikan atau di unjuk rasa oleh Mahasiswa itu merupakan bagian dari cita-cita Reformasi yang untuk saat ini seperti mengalami proses telikung oleh para elit politik", pungkas Teuku Kemal Pasya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00