Dosen FEB Unimal Bimtek BUMG di Lhok Reuhat Cot Girek Aceh Utara

KBRN, Lhoksukon: Dosen  Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Malikussaleh (Unimal), Senin, 4 Juli, melaksanakan program pengabdian kepada Masyarakat dengan memberikan bimbingan teknis dengan topik “Identifikasi potensi gampong dan pemanfaatannya untuk pemilihan peluang usaha Badan Usaha Milik Gampong (BUMG)” di Gampong Lhok Reuhat, Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara.

Pelaksanaan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat seperti Keuchik, Sekretaris, Kepala Urusan pembangunan dan kepala urusan rumah tangga, tuha puet, tuha lapan, tgk Imum Syik dan kepala pengelola BUMG serta sejumlah tokoh pemuda lainnya.

Keuchik Tgk. Budiman Sari dan Sekretaris Gampong Nirwanda, S.Kom, mengapresiasi kegiatan ini sebagai wujud pengabdian akademisi terhadap masyarakat terutama daerah pedalaman Aceh Utara.

Kegiatan sangat bermanfaat bagi mereka dalam mengenal usaha yang ideal dan mengelola secara Good Governance BUMG.

Tokoh masyarakat ini sangat antusias mengikutinya. Empat pemateri yang hadir menyampaikan berbagai ide dan solusi penyelesaian masalah pengelolaan BUMG Lhok Reuhat, diantara Juni Ahyar, S.Pd, M.Pd, Dr. Asnawi, Dr. Naufal Bahri, dan Muhammad Roni, M.Pd.

Disampaikan bahwa kegiatan ini akan dilakukan setiap semester secara kontinyu agar masyarakat teredukasi dan dapat memetakan peluang usaha berbasis potensi ggampong menuju kemajuan BUMG.

Sedangkan menurut, Juni Ahyar, “Kenalilah diri Anda, maka Anda akan memenangkan semua pertempuran”. Artinya apabila masyarakat paham dan tahu kegunaan BUMG tersebut adalah untuk kemandirian dan kemakmuran masyarakat itu sendiri, begitu juga mengenai dinamika regulasi gampong yang harus diketahui oleh masyarakat khususnya pengelola BUMG diantaranya ada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, terangnya dalam siaran pers yang diterima RRI.co.id, Selasa (05/07/2022).

Tambahnya, Otonomi berdasarkan asal-usul dan adat istiadatnya bukan berdasarkan penyerahan wewenang dari Pemerintah.

Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki kewenangan untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal-usul dan adat-istiadat setempat yang diakui dalam sistem Pemerintahan Nasional dan berada di Daerah Kabupaten/kota.

Sementara Dr. Asnawi sebagai ketua tim menyampaikan tentang siklus pembangunan dan pengembangan gampong serta kaitannya dengan BUMG diantaranya ada posisi dan peran gampong, paradigma pembangunan gampong, pertumbuhan ekonomi gampong, BUMG, dan kesejahteraan sosial, dan tujuan pendirian BUMG.

Selanjutnya, Dr. Asnawi menambahkan tentang pentingnya meningkatkan perekonomian gampong, mengoptimalkan aset gampong, dan pengelolaan potensi ekonomi gampong.

Dr. Naufal Bachri mengatakan bahwa pentingnya mendesain Business Plan sebelum menjalankan BUMG agar pelaksanaan lebih terarah dan mencapai target bisnis.

Memahami perilaku masyarakat dan sumber daya alam setempat menjadi modal keberhasilan usaha.

Selain itu, Muhammad Roni, M.Pd, menambahkan pengalaman beberapa gampong di Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe sebagai perbandingan untuk kesuksesan BUMG Lhok Reuhat. Keterbukaan dalam mengelola BUMG menjadi hal penting.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar