Merdeka Belajar, Politeknik Gandeng PT Ima Montaz Sejahtera

KBRN, Lhokseumawe: Dalam rangka mengisi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Program Studi Teknologi Rekayasa Manufaktur (PS-TRM) Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Lhokseumawe (JTM-PNL) menggandeng PT. Ima Montaz Sejahtera dalam kegiatan dosen mengajar di kampus. Informasi ini disampaikan Ketua JTM Hamdani, S.ST., MT pada media Sabtu, (21/05/2022).

"Kegiatan yang kami laksanakan ini dilaksanakan di Ruang Rapat JTM pada Jumat kemarin, menghadirkan Dosen Industri Zahara Amelia, yang merupakan Research and Development Manager PT. Ima Montaz Sejahtera. Adapun mata kuliah yang disampaikan adalah Technopreneurship," kata Hamdani.

Tambah Hamdani, kegiatan kuliah dosen industri ini dimulai pada 18 Maret 2022 dan berakhir pada tanggal 20 Mei 2022 dengan agenda pertemuan satu minggu sekali.

"Hadir dalam acara penutupan kuliah yang kami laksanakan kemarin yakni H. Fathani Direktur Utama PT. Ima Montaz Sejahtera, Cut Helmizar sebagai General Manager PT. Ima Montaz Sejahtera dan Zahara Amelia sebagai dosen industri yang kami sebutkan tadi," terang pria yang hobby gowes ini.

Menurut Hamdani, dalam kesempatan itu Fathani memberi apresiasi terhadap paparan usulan project yang disampaikan mahasiswa PS-TRM dalam sesi presentasi Business Plan. 

"Menurut Fathani, usulan yang dibuat oleh mahasiswa sudah cukup bagus dan up-to-date dengan kondisi perkembangan zaman saat ini, yang cenderung mengarah pada penggunaan teknologi berbasis digitalisasi dan internet serta pemanfaatan sarana media sosial bagian dari sarana promosi dari sebuah usaha," ungkap Hamdani.

Hamdani dalam sambutannya mengatakan untuk mewujudkan program studi TRM yang berdaya saing global dan menghasilkan lulusan sesuai dengan kebutuhan industri, maka jejaring kerjasama dengan DUDIKA mutlak diperlukan.

"Salah satu implementasi kegiatan tersebut adalah pembelajaran yang melibatkan praktisi dari industri. Ini juga sejalan dengan program MBKM yang digulirkan oleh pemerintah," terang Hamdani.

Sementara itu Bukhari, ST., MCSE yang merupakan Ketua Prodi TRM mengatakan, program dosen dari Industri yang mengajar di kampus merupakan salah satu program Ditjen Pendidikan Vokasi yang bertujuan untuk menciptakan kondisi Link and Match antara Lembaga Pendidikan dengan Dunia Industri. 

"Menyikapi hal tersebut, PS-TRM JTM sejak tahun 2021 lalu sudah melaksanakan aktifitas pembelajaran ini dengan menghadirkan dosen-dosen dari industri mitra untuk mengajar pada beberapa mata kuliah," ungkap pria hitam manis lulusan magister di salah satu universitas Belanda ini.

"Ke depannya kegiatan ini akan terus kita tingkatkan dengan cara terus menambah jumlah jam dan jumlah dosen dari industri," pungkas Bukhari.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar