Pergantian Ketua STIA Lhokseumawe Menunggu SK Yayasan

Gedung Kampus STIA Nasional Lhokseumawe. (Foto: Tribunwiki.com)

KBRN, Lhokseumawe: Dr. Yusrizal, S.H., M.H, mengatakan, sejak menjabat sebagai Ketua Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Nasional Lhokseumawe tahun 2007, sejumlah prestasi berhasil dicapai bersama para wakilnya.

Mulai dari capaian mengantarkan Kampus STIA meraih Akreditasi Program Studi (Prodi), Akreditasi Perguruan Tinggi, hingga berhasil meraih Sekolah Tinggi terbaik 3 di Aceh tahun 2021.

"Kemarin itu saat takziah di kediaman Almarhum Dosen Ilmu Administrasi, Muhammad Ismail adalah sambutan terakhir saya sebagai Ketua STIA. Saya dan pak Hadi (Hadi Iskandar-red) sudah lama sekali di STIA. Maka tahun ini kami menyerahkan estafet kepemimpinan ini", ujar Yusrizal kepada RRI, beberapa waktu yang lalu.

Selama menjabat sebagai Ketua STIA Nasional Lhokseumawe, dirinya juga dibantu oleh beberapa orang Wakil diantaranya Wakil Ketua Bidang Akademik, Hadi Iskandar, S.H., M.H, Wakil Ketua Bidang Administrasi Umum dan Keuangan, Ratna Farida, S.Sos., M.S.M, dan Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan, Dr. Zamzami.

Yusrizal mengaku pihak Yayasan hingga saat ini belum mengeluarkan Surat Keputusan (SK) pemberhentian dirinya sebagai Ketua Kampus.

"Belum dikeluarkan SK bang. Tapi saya sudah tidak masuk lagi", ungkapnya lagi.

Sementara Ketua Prodi, Rudi Kurniawan, S.Sos., M.AP, yang ditanya RRI, terkait calon kandidat Ketua, menyampaikan masih menunggu keputusan Pihak Yayasan.

"Ngak tau saya. Nanti kita lihat bagaimana keputusannya", ucapnya singkat.

Sedangkan Ketua Yayasan, Anwar Is, yang dikonfirmasi RRI, Sabtu (29/01/2022) menyangkut pemberhentian jabatan Ketua Kampus, belum menjawab pesan Whatsapp Messenger (WA).

Masih soal informasi pemberhentian Ketua dan Wakil Kampus STIA Lhokseumawe. Wakil Ketua Bidang Akademik, Hadi Iskandar, S.H., M.H, kepada RRI, menyampaikan, proses pemilihan Ketua STIA, berpedoman pada  peraturan perundangan-undangan yang berlaku dan Statuta STIA Nasional.

"Hasil dari rapat Senat akan diteruskan ke Yayasan sebagai bahan pertimbangan untuk penentuan Ketua STIA", terang Hadi Iskandar.

Wakil Ketua Bidang Akademik ini juga menambahkan, Yayasan berbadan hukum dan memiliki akta Notaris, SK Menkumham RI terhadap pendiriannya. Artinya Perguruan Tinggi yang ada adalah bagian dari Yayasan yang melakukan kegiatan Pendidikan yaitu Kampus STIA Nasional.

Untuk hal itu, maka harus ada lagi izin dari Kemendikbud Dikti RI terhadap Perguruan Tinggi (PT). Setelah ada izin maka PT harus melaksanakan semua kegiatan sesuai Undang-Undang (UU) PT maupun Peraturan Menteri (Permen) lainnya untuk menjamin bahwa PT dimaksud Profesional, Akuntabel, dan transparan serta diperiksa secara berkala oleh Badan Akreditasi Nasional yang merupakan Badan Independen untuk melakukan penilaian Akreditasi sebagai pengakuan publik terhadap PT dimaksud.

"Mekanisme Itu semua berlaku bagi organisasi PT tanpa kecuali", tegas Hadi Iskandar.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar