Disorot Banyak Media, Benarkah Proyek Rusunawa Kampus PNL Bermasalah?

Gedung Rusunawa PNL Lhokseumawe Yang Masih Dikerjakan

KBRN, Lhokseumawe: Proyek Pembangunan Rumah Susun (Rusun) di Kampus Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) kini disoroti oleh banyak media menyusul belum selesai dikerjakan sesuai target yang diatur dalam perjanjian kontrak dengan pihak Kontraktor.

Proyek Rusun PNL tersebut dikerjakan oleh PT Sumber Alam Sejahtera dengan nilai dana Rp 12,79 Milyar yang bersumber dari APBN tahun 2021 dan kontraknya berakhir hingga Desember 2021. Namun sampai batas waktu tenggat tersebut, proyek Rusun belum selesai dikerjakan. Padahal sesuai kontrak kerjanya rampung pada 240 hari kerja atau selesai pada Desember tahun lalu.

Sementara Wakil Direktur (Wadir) III PNL Lhokseumawe, bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi, Ir. Sariyusda, M.T, kepada RRI, Sabtu (29/01/2022) mengakui bahwa proyek Rusun tengah disorot oleh berbagai media karena diduga bermasalah.

"Kami melihat pembangunan Rusunawa di Politeknik Negeri Lhokseumawe masih berjalan. Jika terkait dengan hal yang diinformasikan baik foto gedung mungkin memotretnya pada saat musim hujan kemarin yang sangat lebat, maka kelihatan sangat kumuh", ungkap pria yang akrab disapa Yusdar itu.

Sedangkan mengenai mekanisme pekerjaan proyek dari Single Year Contract Single (SYC) menjadi Multi Years Contract (MYC) sebagaimana yang disampaikan pihak Kontraktor kepada awak media, dia tidak mengetahuinya karena bukan wewenang PNL, pungkasnya.

Sehubungan dengan itu, dari berbagai referensi data yang ada dan yang dilihat RRI, disebutkan, bangunan tiga lantai itu, terlihat seperti proyek mangkrak.

Rusunawa yang diperuntukkan bagi Mahasiswa Kampus PNL tersebut belum dapat difungsikan hingga awal tahun 2022 sebagaimana yang menjadi target sebelumnya.

Direktur PT Sumber Alam Sejahtera selaku pihak Pelaksana, Herianto, menjelaskan, proyek bersumber dari dana APBN melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) yang mekanisme awalnya Single Year kemudian berubah menjadi Multi Years akan dituntaskan pada tahun 2022 ini.

"Proses dari SYC menjadi MYC tidak bermasalah secara hukum karena permasalahan belum selesainya proyek tersebut akibat adanya Refocusing atau pemotongan anggaran di tahun 2021 untuk penanganan Covid-19", jelas Herianto.

Dia menegaskan lagi jika proyek itu bermasalah secara hukum mestinya sudah dihentikan. Tapi, lanjut Herianto, proyek Rusunawa PNL itu masih berjalan sampai sekarang dan dirinya mengaku sedang menunggu pencairan anggaran tahun 2022 untuk kelanjutan proyek dimaksud.

Sementara sejumlah LSM kepada beberapa media juga telah angkat bicara mengenai proyek tersebut. Bahkan mereka meminta proyek itu agar diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan Negara (BPK).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar