ACT Lhokseumawe Mulai Bangun Gedung Sekolah MIS Darussalam Aceh Utara

Peletakan batu pertama pembangunan Gedung Sekolah MIS Darussalam Aceh Utara

KBRN, Aceh Utara : Aksi Cepat Tanggap (ACT) Lhokseumawe, mulai membangun Ruang Kelas Belajar (RKB) Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Darussalam  di Gampong Abeuk Reuling, Kecamatan Sawang, Aceh Utara. Dimulainya pembangunan gedung sekolah tersebut  diawali dengan peusijuk (Tepungtawari) dan peletakan batu pertama oleh tokoh agama setempat, pada Senin (21/6/2021).

Saat prosesi tersebut di hadiri Kasubag Tata Usaha Departemen Agama Aceh Utara, Drs H Jamaluddin, Camat Sawang, Abdul Rahman, Kepala Cabang ACT Lhokkseumawe Thariq Farline, kepala sekolah MIS Darussalam Muhammad Mansur, beserta seluruh Guru, Geuchik Abeuk Reuling serta tokoh masyarakat setempat.

Kepala Cabang ACT Lhokseumawe Thariq Farline didampingi Marketing Komunikasi Muhammad Alfian mengatakan, Proses pembangunan gedung itu dilakukan secara bertahap yang nantinya akan di awasi langsung oleh Relawan ACT .

"Sebelumnya ACT juga sudah melakukan beberapa program di Sekolah MIS Darussalam ini, Alhamdulillah, berkat kedermawanan semua yang peduli terhadap pentingnya pendidikan dan penggalangan dana ini melalui faltform sudah kita mulai sejak kita mendapatkan informasi, dengan harapan bisa berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan saat proses pembangunan."harap Thariq,  Selasa (22/6/2021).

Kepala sekolah MIS Darussalam  Muhammad Mansur,  menyebutkan Selama ini Madrasah yang dipimpinnya hanya memiliki tiga ruang permanen, satu di pergunakan untuk perpustakaan sekaligus menjadi ruang dewan guru, duanya lagi di pergunakan untuk ruang belajar yang sudah di sekat untuk  membatasi antara satu kelas dengan kelas lainnya dan bantuan dari pihak ACT telah membatu pihaknya.

"Saat ini jumlah murid mencapai 100 orang tentunya sangat menghambat untuk proses belajar mengajar, dengan ada bantuan kami sangat bersyukur dan bangga atas kepedulian terhadap sekolah kami, sedangkan bangunan sebelumnya  masyarakat bergotong rotong mengumpulkan dana untuk membeli tanah, kemudian diwakafkan untuk bangun madrasah."Kata Muhammad Mansur.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00