Guru Tenaga Bhakti, Abdi Negeri yang Termarjinalkan

KBRN, Lhokseumawe : Guru honorer atau Guru bhakti merupakan profesi yang belum merdeka di negeri ini, Pemerintah membutuhkan sentuhan dingin para guru honorer, sehingga para abdi negeri ini tidak terkesan termarjinalkan.

Ketua Ikatan Guru Indonesia PGI Aceh Utara Qustalani ketika ditanya RRI (20/05/21), mengajak semua berfikir secara jernih dan tidak mengedepankan emosional dalam menjawabnya serta men telaah bersama benang kusut ini yang tak pernah akan rapi kembali kecuali diputuskan dengan gunting sakti mandraguna.

“”Sumber Daya Manusia yang terampil dan profesional menjadi tuntutan di era persaingan global saat ini, para pendidik haruslah profesional untuk menghasilkan para peserta didik yang siap bersaing nantinya,”sebut Qustalani.

Oleh karena itu, seleksi para guru honorer menjadi tenaga PPPK menjadi solusi. Namun, penulis berharap pemerintah mengakomodir masa bakti para cek gu tesebut. Komposisi lamanya masa kerja menjadi point penilaian dan diakumulasi dengan kemampuan akademik nantinya.

Disisi lain ditegaskan Qustalani, Pemerintah harus berupaya dengan berbagai cara mendorong pendidikan di Indonesia untuk lebih maju,  Pemerintah wajib mengedepankan tenaga yang terampil dan profesional, baik guru PNS maupun honorer.

Ketua Persatuan Guru Indonesia PGI Aceh Utara itu juga mendorong, Pemerintah daerah juga jangan menutup mata dengan persoalan ini, bagaimanapun para guru honorer telah berjasa dan para guru tersebut menjadi profesi yang mulia di negeri ini,”pungkas Qustalani.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00