Generasi Muda Bebas Narkoba, Modal Besar menuju Indonesia Emas

  • 24 Jun 2026 16:46 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Generasi muda yang sehat, berkarakter, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Di tengah bonus demografi yang diproyeksikan terjadi pada tahun tersebut, kualitas sumber daya manusia akan menjadi penentu keberhasilan pembangunan bangsa di masa depan.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Lhokseumawe, Henry Pahala Marbun, S.E., M.M., dalam dialog SANKSI (Siaran Anti Narkoba Korupsi dan Judi) yang disiarkan Pro 1 RRI Lhokseumawe pada Rabu, 24 Juni 2026.

Menurut Henry, bonus demografi yang akan dinikmati Indonesia pada 2045 harus diimbangi dengan kesiapan generasi muda yang sehat secara fisik, kuat secara mental, dan memiliki integritas. Ia menilai ancaman penyalahgunaan narkoba masih menjadi tantangan serius karena terus menyasar kelompok usia produktif, termasuk pelajar dan mahasiswa

"Tantangan menuju Indonesia Emas 2045 bukan hanya soal kemampuan bersaing di tingkat global atau penguasaan teknologi, tetapi juga bagaimana menjaga moral, karakter, dan kesehatan generasi muda dari bahaya narkoba," ujarnya.

Ia menjelaskan, upaya menciptakan generasi yang bebas dari narkoba tidak dapat dibebankan kepada BNN maupun aparat penegak hukum semata. Peran keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat dinilai sangat menentukan dalam membangun ketahanan generasi muda terhadap berbagai bentuk penyalahgunaan narkotika.

"Membentuk anak-anak yang bersih dari narkoba memerlukan sinergi seluruh elemen masyarakat. Ketahanan keluarga harus menjadi benteng utama yang diperkuat, kemudian didukung oleh lingkungan pendidikan dan masyarakat yang peduli terhadap masa depan generasi muda," katanya.

Dengan pemahaman yang memadai, generasi muda diharapkan memiliki kesadaran dan kemampuan untuk menolak berbagai bentuk ajakan maupun pengaruh yang dapat menjerumuskan mereka ke dalam penyalahgunaan narkoba.

Ia menambahkan, keberhasilan mewujudkan Indonesia Emas 2045 tidak hanya ditentukan oleh besarnya jumlah penduduk usia produktif, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan bangsa. Karena itu, kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi tumbuh kembang generasi muda.

Terakhir Henry menegaskan, menjaga generasi muda dari ancaman narkoba merupakan investasi jangka panjang bagi bangsa. Menurutnya, keberhasilan Indonesia memanfaatkan bonus demografi pada 2045 akan sangat bergantung pada kemampuan seluruh pihak dalam menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan mendukung lahirnya generasi yang produktif, berintegritas, serta bebas dari penyalahgunaan narkoba.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....