Balita Gizi Buruk dan BBLR di Aceh Utara, Akhirnya Meninggal Dunia

Balita gizi buruk dan BBLR asal Kecamatan Langkahan, Aceh Utara yang sempat dilarikan ke RSU Cut Meutia sebelum akhirnya meninggal dunia.

KBRN, Aceh Utara: Seorang balita penderita gizi buruk berusia enam bulan, jenis kelamin laki, asal Desa Buket Linteung, Kecamatan Langkahan meninggal dunia.

Sebelum menghembuskan nafas terakhir, balita ini sempat selama 10 jam di Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSCM).

Humas RCSM Jalaluddin membenarkan ada balita Marasmus kwasiokor (gizi buruk) meninggal dunia.

“Balita hanya dirawat beberapa jam di Rumah sakit RSCM,” katanya, Minggu (07/03/2021) pagi saat dikonfirmasi RRI.

Dia menyebutkan pasien balita gizi buruk asal Buket Linteung, Kecamatan Langkahan. Sebelumya sempat dirawat di Puskesmas Langkahan.

“Pasien itu dirujuk ke RSCM jam 13 00 Wib kemarin, kemudian meninggal tadi malam jam 22.30 Wib,” ungkapnya lagi.

Sementara itu sebelumnya diberitakan, Bayi laki -laki yang berusia 58 hari tersebut lahir dengan Berat Badan Rendah (BBLR) 1.800 gram terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum (RSU) Cut Meutia Aceh Utara, untuk mendapatkan perawatan medis karena kondisinya kesehatannya yang terus menurun, Jumat (5/3/2021) siang.

Bayi laki-laki bernama Riziqil Azam, merupakan anak kedua pasangan Baihaqi dan Nurjannah warga Dusun Pante Kacang Gampong Buket Linteung Kecamatan Langkahan, Aceh Utara.

Kepala Puskesmas Langkahan Zaituni melalui dr Indriani mengatakan Bayi tersebut lahir dengan persalinan normal, Namun Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) 1.800 gram dan kondisinya memburuk sejak tiga hari terakhir.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00