Haji Uma dan Tim Bantu Pulangkan TKI Sakit TBC Dari Malaysia

Abu Saba, Muhammad Basyir dan Haikal

KBRN, Aceh Utara  :  Muhammad Basyir, 36 warga Gampong Pucok Alue Dua Kecamatan Simpang Ulim Aceh Timur, yang selama ini bekerja Malaysia yang telah menderita penyakit Tuberculosis (TBC) sejak 6 bulan terakhir, akhirnya pulang ke tanah air .Rabu (16/2/2021).

Pemulangan Muhammad Basyir berkat bantuan anggota DPD-RI asal Aceh H Sudirman atau Haji Uma bersama timnya yang berada di Malaysia, Sedangkan tiga pekan lalu, Haji Uma bersama timnya Abu Saba dan Haikal serta masyarakat Aceh di Malaysia, juga telah membantu pemulangan 3 TKI Asal Aceh yang menderita sakit di Malaysia.

Sementara kondisi Muhammad Basyir sangat memprihatinkan, tubuh kurus kering serta batuk berat yang mengeluarkan dahak dan darah, namun ia tetap harus bertahan di rumahnya tanpa pengobatan yang intensif karena terkendala biaya rumah sakit yang cukup tinggi.

Abu Saba tim HajiUma mengatakan, sebelumnya Muhammad Basyir sempat membuat postingan di facebook tentang kondisi dirinya dan memohon bantuan masyarakat Aceh di Malaysia untuk biaya pengobatan,.

“Postingan tersebut sempat viral hingga menggugah hati persatuan masyarakat Aceh di Chow Kit  dan membantu dana untuk pengobatan Basyir sebesar 700 ringgit Malaysia atau setara Rp. 2.450.000,-  Namun penyakit Basyir tak kunjung sembuh dan makin hari semakin bertambah parah, “kata Abu Sabu kepada RRI Lhokseumawe, Rabu (17/2/2021).

Abu Saba juga menyebutkan, sebelumnya keluarga Muhammad Basyir di Aceh, menghubungi Muhammad Daud staf ahli Haji Uma dan meminta bantuan Haji Uma untuk membantu pemulangan ke tanah air untuk melanjutkan pengobatan di Aceh.

“Setelah Muhammad Daud menghubungi  saya, kami langsung berkomunikasi dengan adik Muhammad Basyir di Malaysia, dan mendatangi kediaman abangnya untuk memastikan dan melihat secara langsung kondisinya ,”terang Abu Saba.

Menurutnya, untuk proses pengurusan dokumen pemulangan TKI ke tanah air sempat menjadi kendala, karena negeri jiran Malaysia  saat ini sedang dilanda COVID-19 dan pemberlakuan Perintah Kawalan Pergerakan (PKP).

“Berkat bantuan KBRI Kuala Lumpur dan masyarakat Aceh di Malaysia, Muhammad Basyir berhasil dibawa pulang ke Tanah Air melalui Kuala Namu Airport Medan Sumatera Utara, setiba di Kuala Namu Airport, harus menjalani karantina, karena setiap kedatangan dari luar negeri ke Indonesia, selama 5-7 hari sampai hasil akhir SWAB dinyatakan negatif Covid-19,”ujarnya

Sementara Haji Uma mengucapkan terima kasih kepada Duta Besar Indonesia di Kuala Lumpur dan Juga kepada Persatuan Masyarakat Aceh di Malaysia terutama dikawasan Chow Kit, yang telah membantu pengurusan kepulangan Muhammad Basyir ke Tanah Air.

“Sesampai di Tanah Air nantinya Muhammad Basyir dapat memperoleh pengobatan yang lebih baik di Indonesia serta menagajak masyarakat Aceh untuk mendoakan kesembuhan Basyir dari penyakit yang dideritanya”pintanya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00