Covid-19, Virus Penyakit Baru Dengan Seribu Wajah

KBRN, Aceh Utara: Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Aceh Utara, dr Hari Laksamana, mengkhawatirkan penularan Virus Corona atau Covid-19 di Aceh bisa mencapai angka 1.000 pasien corona dalam satu minggu.

Hal itu dikarenakan statistik angka pasien Positif Covid-19 dalam beberapa hari terakhir statistiknya kian melonjak bahkan pernah mencapai angka 200 orang dalam sehari.

Warga masyarakat juga sudah bebas beraktivitas dimanapun serta kemanapun ditengah suasana tatanan kehidupan baru Pandemi Covid-19. Termasuk beberapa rumah sekolah sudah mulai tatap muka kembali dalam ruang belajar.

"Provinsi Aceh juga saat ini sudah zona merah dan sudah jauh meninggalkan zona hijau sebelumnya", ujar dr Hari Laksamana kepada RRI, Kamis (17/09/2020) seraya menambahkan bahwa Aceh sudah High Risk (Resiko Tinggi) penularan virus corona di Indonesia.

Dikatakan lagi oleh Ketua IDI Aceh Utara ini, Virus Corona adalah Virus penyakit baru dengan Seribu Wajah. Cepat beradaptasi dengan lingkungan wabahnya. Bahkan sudah jauh berbeda dengan kasus di Wuhan, China.

"Saat ini gejala yang dialami oleh para pasien tidak selalu sesak nafas, demam, batuk, flu, namun ada juga pasien positif gejalanya muntah mencret atau diare, sakit perut, sakit kepala dan lainnya. Ini yang kemudian kurang diterima oleh masyarakat karena masih beranggapan bahwa kebenaran Covid-19 gejalanya seperti di Wuhan. Masyarakat tidak tahu bahwa Virus Corona sudah banyak sekali jenisnya", katanya.

Masyarakat hanya paranoid dengan orang yang bersin dan batuk ataupun gejala demam. Padahal dalam beberapa kasus ditemukan orang dengan keluhan perut kembung hasil tesnya positif Covid-19.

Hal yang harus dilakukan oleh warga masyarakat saat ini untuk memutus mata rantai penularan virus corona adalah meningkatkan imunitas (imun) tubuh dengan banyak konsumsi buah-buahan, banyak minum air putih, hingga berjemur dibawah sinar matahari, disamping terus mematuhi protokoler kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, sering cuci tangan pakai sabun, dan menghindari kerumunan, pungkas dr Hari Laksamana.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00