Wuhan di Kepung Corona, Keluarga di Aceh Utara Harapkan Evakuasi

KBRN, Lhoksukon: Rasa cemas dan khawatir terhadap keselamatan anaknya yang saat ini sedang menimba ilmu di Kota Wuhan, China, masih dirasakan Cindo Mato dan Risna M. Rasyid, ayah dan ibu dari Fadhil yang kuliah di Central China Normal University program Doktoral Psikologi Pendidikan, Wuhan.

"Anak saya baru enam bulan kuliah S-3 kesana. Sebelumnya S-2 juga disana selama dua tahun. Dia sering memberi kabar tapi seringnya ke mamaknya", ungkap Cindo Mato (65) Ayah Kandung dari Fadhil, kepada RRI, Senin (27/01/2020). 

Sementara Risna M. Rasyid, Ibu Kandung Fadhil, juga menceritakan, terakhir memberi kabar kepadanya pada Minggu, 26 Januari 2020, melalui sambungan telephone seluler. "Dia mengabari, masih sehat-sehat saja, walau dalam keadaan di karantina di asrama", terang Risna melanjutkan.

Baca Juga: Mahasiswa Aceh Utara di Wuhan China, Masih Baik-Baik Saja

Walaupun demikian, lanjut Risna lagi, dirinya bersama suami sangat mengharapkan supaya Putra bungsunya itu cepat dievakuasi dari Wuhan, apakah dibawa pulang Aceh ataupun dievakuasi sementara keluar dari China.

Memang kalau sementara ini masih sehat-sehat aja. Tetapi, kalau lama - lama disana terus bagaimana. "Ini yang mencemaskan kami pihak keluarganya. Apalagi dari cerita Fadhil kepada saya, rumah sakit di Wuhan pun sudah tak sanggup menampung korban yang terjangkit virus tersebut", pungkas Risna M.Rasyid.

Cindo Mato (Ayah) dan Risna M.Rasyid (Ibu) mempunyai 4 orang anak. 2 orang perempuan dan 2 orang laki-laki. Sementara Fadhil anak yang paling bungsu dari 2 orang Kakak dan satu orang Abang di Gampoeng Baro, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara.

Lokasi rumah mereka persis berada di belakang Rutan Lhoksukon.

(Ket. Foto: Dokumen keluarga Fadhil, saat berada dirumahnya bersama kedua orang tua dan Anggota keluarganya yang lain) 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00