ASI Ekslusif Sangat Penting Untuk Cegah Stunting

KBRN,Lhokseumawe : Stunting saat ini menjadi perhatian berbagai pihak, baik masyarakat maupun pemerintah, karena dampak buruknya yang berkepanjangan terhadap anak-anak Indonesia.

Dampak stunting bukan hanya kegagalan mencapai tinggi badan sesuai potensi genetik. Otak anak yang stunting pun tidak dapat berkembang secara normal sehingga mengakibatkan kemampuan kognitif dan kekebalan tubuh yang rendah.Dokter Spesialis Anak dan juga menjabat sebagai Ketua Aceh Peduli ASI, dr Aslinar mengatakan, pentingnya ASI eksklusif untuk mencegah terjadinya stunting pada bayi.“Jadi kita tahu gizi bayi enam bulan pertama itu ditentukan dari asi eksklusif.

Sejak hamil, jika nutrisi kurang nantinya bisa menyebabkan asupan yang kurang dan menjadi stunting pada bayi,” kata dr Aslinar, Selasa (5/7).

dr Aslinar menyampaikan, pemenuhan gizi harus dari seribu hari pertama kehidupan (HPK) sejak hamil 9 bulan lanjut pada saat bayi mendapatkan ASI eksklusif, kemudian makan emte asi yang benar serta asi dilanjutkan sampai dua tahun.“Asi eksklusif kalau benar pemberiannya asupan yang benar dia akan cukup untuk bayinya. Seratus persen asupan bayi selama 6 bulan pertama itu bisa terpenuhi oleh ASI,” jelasnya.

Cara melihat bayi tidak stunting, kata dr Aslinar, yang pertama mengukur berat badan terhadap bayi, sehingga berat badan pada bayi harus cukup agar tidak terkena stunting.Selain itu, lanjut dr Aslinar, cara melihat bayi tidak stunting juga bisa dengan cara melihat jumlah buang air kecil pada bayi, dimana setidaknya bayi harus buang air kecil minimal 6 kali per harinya.“Bisa kita lihat di buku KIA. Bisa kita lihat di grafik itu kenaikan berat minimal bayi.

Buang air kecil juga minimal 6 kali perhari, itu sudah cukup. Dua cara melihat asi cukup yaitu berat badan naik secara tabel di grafik dan buang air kecilnya cukup,” ujar dr Aslinar.dr Aslinar juga menyebutkan, jika berat badan tidak mencukupi setiap bulan. Maka perlu evaluasi segera, dimana ibu harus mengetahui apakah sewaktu menyusui posisi perekatan masih kurang benar.“Dikarenakan itu bisa menjadikan bayi kekurangan asupan ASI sehingga menimbulkan stunting,” tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar