FOKUS: #TANGGAP BENCANA

Belum Ada Deklarasi WHO Soal Virus Hendra

Ilustrasi Virus Hendra (HeV). (Foto: RRI.co.id/Getty Image)

KBRN, Lhokseumawe: dr Safrizal Rahman, Sp.OT., M.Kes, mengatakan, belum ada peringatan apapun dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) terkait kekhawatiran terhadap Virus Hendra (HeV).

Belakangan ini HeV sedang geger lantaran varian barunya disebut bisa menular ke kuda dan manusia.

Varian virus tersebut ditemukan oleh peneliti Griffith University Australia baru-baru ini. Sebagai informasi, infeksi Virus Hendra (HeV) merupakan penyakit zoonosis yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia. Penyakit ini sempat muncul pada tahun 1994 dan 2016.

Diterbitkan dalam jurnal Emerging Infectious Disease, varian baru virus hendra terdeteksi dalam urin kelelawar berkepala hitam dan abu-abu, tersebar di Australia bagian utara-tengah New South Wales hingga Queensland tenggara. Demikian sebagaimana dilansir sejumlah media di tanah air.

dr Safrizal Rahman, Sp.OT., M.Kes, yang juga ketua IDI Provinsi Aceh, menyampaikan, belum mengetahui bagaimana persisnya mengenai Virus Hendra (HeV).

Lagi pula, pihaknya juga belum memperoleh pemberitahuan apapun dari IDI pusat terkait hal tersebut.

"Selama WHO belum deklarasi (Declaire) kita abaikan dulu ya", ujarnya menjawab RRI.co.id, Jum'at (20/05/2022).

Sementara diberitakan juga situs detikhealth dari jurnal Emerging Infectious Disease menyebutkan, Virus Hendra, dominan ditemukan akhir Mei hingga akhir Agustus, namun diyakini juga bisa terjadi di semua musim.

Lalu, seperti apa gejala virus hendra? Simak informasi berikut:

Gejala Virus Hendra

Dikutip dari NSW Health, Rabu (18/5/2022), gejala Virus Hendra umumnya dapat berkembang antara lima sampai 21 hari setelah kontak erat dengan hewan yang terinfeksi, seperti kuda. Adapun gejalanya, seperti:

Demam

Batuk

Sakit tenggorokan

Sakit kepala

Kelelahan

Adapun gejala yang serius, seperti:

Meningitis atau ensefalitis (radang otak)

Kejang-kejang

Koma

Namun berdasarkan sumber lain, gejala Virus Hendra juga bisa menyebabkan seseorang kesulitan bernapas, kantuk yang tidak biasa, hingga kebingungan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar