Relawan Haji Uma dan Dinkes Aceh Utara Jemput ODGJ Yang di Pasung

Relawan Haji Uma dan Dinkes Aceh Utara Jemput ODGJ Yang di Pasung

KBRN, Aceh Utara : Relawan anggota DPD RI asal Aceh H Sudirman sapaan Haji Uma bersama Dinas Kesehatan Aceh Utara dan kepala serta petugas Puskesmas Kuta Makmur, menjemput langsung  Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang sedang dipasung oleh keluarga di rumahnya di Gampong Blang Riek Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara, Kamis (19/5/2022).

Nur Asma (29) merupakan janda yang memiliki satu bayi perempuan berusia 3 bulan, sudah lima bulan mengalami gangguan jiwa atau sejak suami meninggal, pihak keluarga berinisiatif untuk memasung pasien, karena mengamuk di rumah .

Proses penjemputan itu dilakukan langsung oleh Staf khusus H Sudirman, yaitu Hamdani alias Madnu, didampingi sejumlah relawan diantaranya Abdul Rafar, Hendra Darwawan dan turut hadir Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Amir Syarifuddin, kepala Puskesmas Kuta Makmur Adnan, dan sejumlah petugas puskesmas setempat.

Anggota Komite IV DPD RI asal Aceh H Sudirman sapaan Haji Uma, awalnya mendapatkan informasi dari warga ada pasien jiwa yang masih terpasung di Aceh Utara, pada Rabu (18/5/2022) dan langsung meminta stafnya Hamdani sapaan Madnu untuk berkomunikasi dengan pihak keluarganya.

"Pihak keluarga sangat mengharapkan agar pasien bisa berobat ke Rumah Sakit jiwa di Banda Aceh, sehingga kita melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Aceh Utara, untuk melakukan penjemputan, selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Umum (RSU) Cut Meutia dengan menggunakan mobil Ambulance Puskesmas setempat, selanjutnya di rujuk ke Rumah Sakit Jiwa Banda Aceh untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut, "kata H Sudirman dibenarkan Hamdani.

Sementara kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Amir Syarifuddin mengatakan, pasien itu sudah tiga kali di rujuk ke Rumah Sakit Umum (RSU) Cut Meutia  dan tiga kali ke Rumah Sakit Jiwa di Banda, Namun beberapa bulan terakhir kambuh lagi.

 “Kita tidak mengetahui pasien itu dipasung oleh pihak keluarga, padahal itu tidak dibenarkan, maka kita menghimbau masyarakat jika ada salah satu keluarga yang mengalami gangguan jiwa untuk melaporkan ke petugas puskesmas masing-masing, agar bisa tindak lanjut dan akan dilakukan pengawasan oleh petugas”pintanya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar