Bidan Puskesmas dan Bidan Desa diminta Mendata Kasus Stunting Secara Real

KBRN, Lhokseumawe; Untuk mendapatkan data yang pasti terkait dengan jumlah kasus Stunting di Aceh Utara, Kepala Dinas Kesehatan setempat meminta kepada Bidan Puskesmas dan Bidan Desa yang ada di Dearah tersebut agar mendata secara pasti jumlah penderita stunting yang ditemukan di Desa tempat mereka bertugas.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara, Amir Syarifuddin S.K.M mengatakan. meskipun jumlah kasus stunting di Aceh Utara semakin menurun, yakni dari 17 persen turun menjadi 8,5 persen. namun kedepannya diminta kepada Bidan-bidan Desa dan Kabid Keswan (Kesehatan Masyarakat) pada Dinas Kesehatan Aceh Utara untuk lebih optimal dalam melakukan pendataan jumlah kasus stunting di Daerah.

“Kita tidak mau angka estimasi, namun angka real (pasti). Untuk itu Kami minta kepada Bidan Puskesmas dan Bidan Desa untuk mencatat jika ada temuan kasus stunting di Desa mereka bertugas.”Ungkap Kadis Amir Syarifuddin, Selasa (25/01/22) dalam Bincang-bincang bersama bersama RRI melalui Telepon Selulernya terkait peringatan Hari Gizi Nasional Tahun 2022.

Menurutnya dalam Dialog yang mengangkat Tema, Aksi Bersama Cegah Stunting dan Obesitas. meksipun dengan keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan, namun diharapkan pendataan kasus Stunting di Aceh Utara harus Benar-benar Real.

“Mengingat keterbasatan SDM namun jumlah Desa di Aceh Utara mencapai 852 Desa. Maka Kita juga telah meminta kepada Bidan di Puskesmas untuk mengawal minimal Satu Desa.”Terangnya.

Sementara itu dalam rangka penanganan kasus Stunting, Obesitas dan Kekurangan Gizi. Pihaknya juga berharapkan kerjasama yang baik selama ini dengan lintas Sektor, seperti Dinas Pendidikan, Dinas Pemberdayaan Gampoeng, Dinas Sosial dan sebagainya terus terjalin dan terus di tingkatkan agar persoalan Kasus-kasus tersebut bisa terus di kurangi. Tambahnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar